Hari Kamis tanggal 5 September 2019 kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 10,000,000 dari gaji bulanan kami, sehingga kami memulai Minggu ke-23 ini dengan nilai portofolio sebesar Rp 103,474,067. Dana segar tersebut kemudian kami gunakan untuk membeli saham ASII, BBRI, dan WSKT.
Kamis, 5 September 2019
- Beli WSKT 1,700 lembar pada harga Rp 1,715 (total Rp 2,915,00)
Jumat, 6 September 2019
- Beli ASII 500 lembar pada harga Rp 6,725 (total Rp 3,362,500)
- Beli BBRI 800 lembar pada harga Rp 4,270 (total Rp 3,416,000)
- Beli WSKT lagi 200 lembar pada harga Rp 1,725 (total Rp 345,000)
Nilai total pembelian saham bulan ini adalah Rp 10,039,000. Atas pembelian tersebut, dikenakan biaya 0.15% atau sebesar Rp 15,059.
Per akhir Minggu ke-23 (8 September 2019), nilai total portofolio kami turun Rp -1,295,559 (-1.25% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 102,178,508. Berikut detailnya :
Laba Rugi yang Belum Direalisasikan
- UNVR turun Rp -720,000
- WSKT turun Rp -288,000
- BBCA turun Rp -225,000
- ICBP turun Rp -210,000
- ASII naik Rp +162,500
Biaya Lainnya
- Biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp -15,059

Bursa saham secara keseluruhan juga melemah namun tidak sedalam portofolio kami, dengan IHSG turun ke angka 6,308.95 (melemah -0.31% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa _overall_ portofolio kami masih positif (+3.32%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -2.47% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment