Sedikit update mengenai pinjaman P2P kepada Bu Eras melalui Amartha. Berikut kutipan email dari CS Amartha :
Penundaan pencairan terjadi karena Amartha ingin memastikan keamanan pendanaan Anda dengan menekankan soliditas kelompok Mitra Usaha. Jika yang bersangkutan tidak hadir atau salah satu anggota kelompok Mitra Usaha tidak hadir saat pertemuan mingguan, semua bersepakat untuk menunda pencairan.
Untuk itu kami menawarkan kepada Anda, dua opsi yang bisa Anda pilih:
1. Menunggu pencairan di minggu depan untuk mitra usaha yang sama.
2. Mendapatkan pengembalian dana ke saldo agar dapat melakukan pendanaan ulang.
Mohon konfirmasi dengan membalas email ini maksimal 3 x 24 jam. Jika dalam kurun waktu tersebut Anda tidak melakukan konfirmasi, kami menganggap Anda setuju untuk menunggu pencairan di minggu depan.
Saya pilih opsi nomor 2, sehingga dananya dikembalikan, kemudian saya alokasikan ke Bu Eli (juga dari Subang, Jawa Barat). Skor kredit Bu Eli adalah A-, sehingga marjin yang bisa didapat sebesar 13%. Status pinjaman saat ini sudah dicairkan & sedang berjalan.

Per akhir Minggu ke-25 (22 September 2019), nilai total portofolio kami turun cukup signifikan sebesar Rp -1.948,500 (-1.82% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 105,373,008. Berikut detailnya :
Laba Rugi yang Belum Direalisasikan
- WSKT turun Rp -1,176,000
- BBRI turun Rp -525,000
- ASII turun Rp -437,500
- UNVR turun Rp -180,000
- BBCA turun Rp -120,000
- ICBP naik Rp +490,000

Bursa saham secara keseluruhan juga turun, namun tidak setajam portofolio kami, dengan IHSG turun ke angka 6,231.47 (turun -1.63% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami masih positif (+1.58%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -3.67% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment