Per akhir Minggu ke-31 (3 November 2019), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -1,113,252 (-0.92% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 119,513,611. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
- BBCA naik Rp +375,000
- BBRI turun Rp -235,000
- ICBP naik Rp +280,000
- UNVR naik Rp +220,000
- WSKT turun Rp -1,904,000
Dividen
- Dividen dari ASII sebesar Rp +142,500 (2,500 lembar x Rp 57)
- Pajak atas dividen ASII sebesar -Rp 14,250 (10% x Rp 142,500)
Pinjaman P2P
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +26,000
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,900
Lainnya
- Bunga atas kas yang mengendap sebesar Rp +498
- Pajak atas bunga kas mengendap sebesar Rp -100
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).

Bursa saham secara keseluruhan juga turun namun tidak seburuk portofolio kami, dengan IHSG yang turun ke angka 6,207.19 (turun -0.72% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami sedikit naik menjadi +0.63%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -4.04% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment