Per akhir Minggu ke-32 (10 November 2019), nilai total portofolio kami turun cukup besar, sebesar Rp -2,324,900 (-1.95% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 117,188,711. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,347,000)
- ASII turun Rp -490,000
- BBCA turun Rp -135,000
- BBRI turun Rp -893,000
- ICBP turun Rp -490,000
- UNVR turun Rp -220,000
- WSKT turun Rp -119,000
Pinjaman P2P (naik Rp +22,100)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +26,000
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,900
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).

Bursa saham secara keseluruhan juga turun namun tidak seburuk portofolio kami, dengan IHSG yang turun ke angka 6,177.99 (turun -0.47% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun menjadi -1.33%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -4.49% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Mumpung baru gajian dan bursa saham lagi anjlok, saat yang tepat buat belanja saham nih. Kami akan suntikkan dana tambahan sebesar 20 juta Rupiah, di mana 5 juta Rupiah akan dialokasikan ke pinjaman P2P lewat Amartha, sementara 15 juta Rupiah akan dibelikan saham. Dengan ini, kami memulai Minggu ke-33 dengan nilai portofolio sebesar Rp 137,188,711.
Sayang kan, lagi diskon tapi gak belanja. :D
Rizka & Ardhi
Leave a comment