Per akhir Minggu ke-47 (23 Februari 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +1,934,388 (+1.28% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 153,364,307. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +1,895,500)
- ASII naik Rp +280,000
- BBCA turun Rp -195,000
- BBRI turun Rp -188,000
- ICBP naik Rp +315,000
- PWON naik Rp +722,000
- UNVR naik Rp +65,000
- WSKT naik Rp +896,500
Pinjaman P2P (naik Rp +38,888)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +45,750
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -6,862
Hari Sabtu kemarin kami mendapat email yang memberitahukan bahwa Bu Eli, salah satu debitur pinjaman P2P di Amartha, mengembalikan pinjaman secara dini, sehingga kami memegang kas cukup banyak di akun Amartha. Tanpa menunggu lama, kami segera mencari debitur baru untuk didanai. Kami telah mengalokasikan pendanaan ke Bu Tri Rahayuningtyas di Kediri, Jawa Timur. Status pendanaan saat ini sedang menunggu pencairan.

Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan sebagai Kewajiban (Utang) terlebih dahulu.

Bursa saham secara keseluruhan juga sedikit menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,882.26 (+0.26% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -4.00%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -9.07% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment