Per akhir Minggu ke-51 (22 Maret 2020), nilai total portofolio kami kembali turun cukup signifikan sebesar Rp -24,461,050 (-17.69% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 113,836,345. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -25,198,900)
- ASII turun Rp -3,754,000
- BBCA turun Rp -2,775,000
- BBRI turun Rp -4,997,000
- ICBP turun Rp -3,600,000
- PWON turun Rp -3,775,000
- UNVR turun Rp -3,315,000
- WSKT turun Rp -2,982,900
Dividen Saham (naik Rp +711,495)
- Dividen dari BBRI sebesar Rp +790,550 (4,700 lembar x Rp 168.20)
- Pajak dividen BBRI sebesar Rp -79,055 (10% x Rp 790,550)
Pinjaman P2P (naik Rp +41,665)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +48,900
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -7,335
Lainnya (turun Rp -15,210)
- Biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp -15,210
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

Bursa saham secara keseluruhan juga anjlok cukup dalam, dengan IHSG turun ke angka 4,194.94, (-14.52% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -33.89%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -35.15% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment