Per akhir Minggu ke-58 (10 Mei 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -3,435,383 (-2.34% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 143,309,030. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -3,453,700)
- ASII turun Rp -550,000
- BBCA naik Rp +225,000
- BBRI turun Rp -798,000
- ICBP turun Rp -450,000
- PWON turun Rp -992,200
- UNVR turun Rp -585,000
- WIKA turun Rp -222,000
- WSKT turun Rp -81,500
Pinjaman P2P (naik Rp +18,317)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +21,550
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,233
Kami telah melunasi utang pajak atas imbal hasil pinjaman P2P yang diterima selama bulan April sebesar Rp 23,873.

Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 4,597.43, (-2.52% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -28.35%, sedikit unggul atas IHSG yang turun -28.93% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban, kami masih bisa menyisakan Rp 10,000,000 dari sisa gaji kami untuk disuntikkan ke dalam portofolio investasi. Rencananya semua dana tersebut akan kami alokasikan untuk membeli saham.
Mumpung lagi murah kan, hehehe.
Rizka & Ardhi
Leave a comment