Mohon maaf karena berbagai kesibukan, kami tidak sempat melaporkan transaksi pembelian saham yang kami selesaikan hari Senin (11/Mei) kemarin.
Setelah menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 10,000,000, kami melakukan transaksi pembelian saham dengan rincian sebagai berikut :
- Beli BBRI 1,000 lembar @ Rp 2,620 (total Rp 2,620,000)
- Beli WIKA 2,700 lembar @ Rp 945 (total Rp 2,551,500)
- Beli WSKT 7,900 lembar @ Rp 610 (total Rp 4,819,000)
Atas transaksi pembelian saham sebesar Rp 9,990,500 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,986
Per akhir Minggu ke-59 (17 Mei 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -4,731,964 (-3.09% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 148,577,066. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -4,994,000)
- ASII turun Rp -150,000
- BBCA turun Rp -1,380,000
- BBRI turun Rp -2,375,000
- ICBP naik Rp +135,000
- PWON turun Rp -1,353,000
- UNVR naik Rp +1,365,000
- WIKA turun Rp -552,000
- WSKT turun Rp -684,000
Dividen Saham (naik Rp +245,700)
- Dividen saham BBCA Rp +273,000 (600 lembar x Rp 455/lembar)
- Pajak atas dividen Rp -27,300 (10% x Rp 273,000)
Pinjaman P2P (naik Rp +31,322)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +36,850
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -5,528
Lainnya (turun Rp -14,986)
- Biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp -14,986
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 4,507.61, (-1.95% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -30.56%, lebih rendah dari IHSG yang turun -30.32% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment