Per akhir Minggu ke-75 (6 September 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -6,369,598 (-2.58% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 240,100,988. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -6,449,200)
- ADMF turun Rp -400,000
- ASII turun Rp -1,375,000
- BBCA turun Rp -345,000
- BBRI turun Rp -938,000
- ICBP turun Rp -52,500
- PWON turun Rp -631,400
- SRIL turun Rp -680,800
- UNVR naik Rp +390,000
- WIKA turun Rp -1,312,500
- WSKT turun Rp -1,104,000
Pinjaman P2P (naik Rp +79,602)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +93,659
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -14,048
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P di bulan Agustus sebesar Rp 47,933 juga telah kami lunasi.

Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,239.85 (-2.00% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -14.50%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -19.00% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat menyisihkan dana segar sebesar 15 juta Rupiah untuk ditambahkan ke portofolio #ProyekDIRA, sehingga kami akan memulai Minggu ke-76 dengan nilai portofolio sebesar Rp 255,100,988. Rencananya, 10 juta Rupiah akan kami alokasikan untuk membeli saham, sedangkan 5 juta Rupiah akan disalurkan lewat platform pinjaman P2P.
Rizka & Ardhi
Leave a comment