Per akhir Minggu ke-84 (8 November 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +9,980,035 (+3.76% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 275,159,643. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +9,818,300)
- ADMF naik Rp +650,000
- ASII naik Rp +2,000,000
- BBCA naik Rp +1,530,000
- BBRI naik Rp +1,340,000
- BJBR naik Rp +481,500
- ICBP naik Rp +472,500
- PWON naik Rp +418,400
- SRIL naik Rp +1,387,400
- UNVR naik Rp +650,000
- WIKA naik Rp +612,500
- WSKT naik Rp +276,000
Pinjaman P2P (naik Rp +160,948)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +189,350
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -28,402
Lainnya (naik Rp +787)
- Bunga dari kas mengendap sebesar Rp +984
- Pajak atas bunga dari kas mengendap sebesar Rp -197
Utang pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P sebesar Rp 70,656 juga telah kami lunasi.

Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,335.53 (+4.04% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -11.41%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -17.52% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami bisa mengalokasikan dana segar sebesar 10 juta Rupiah untuk disuntikkan ke portofolio #ProyekDIRA. Rencananya seluruh dana tersebut akan kami gunakan untuk membeli saham.
Rizka & Ardhi
Leave a comment