#ProyekDIRA | Minggu Ke-90


Per akhir Minggu ke-90 (20 Desember 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +22,315,856 (+6.56% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 362,269,459. Berikut detailnya :

Dividen Saham (naik Rp +203,580)

  • Dividen UNVR sebesar Rp +226,200
  • Pajak atas dividen UNVR sebesar Rp -22,620

Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +16,107,300)

  • ADMF naik Rp +50,000
  • ASII naik Rp +2,625,000
  • BBCA naik Rp +200,000
  • BJBR naik Rp +1,440,000
  • ICBP turun Rp -275,000
  • PWON naik Rp +1,307,500
  • SRIL naik Rp +4,360,400
  • UNVR naik Rp +370,000
  • WEGE turun Rp -144,600
  • WIKA naik Rp +3,412,500
  • WSKT naik Rp +2,761,500 [*1]

Laba/Rugi Saham yang Sudah Direalisasikan (naik Rp +6,208,500)

  • Penjualan 27,600 lembar saham WSKT pada harga Rp 1,485 dengan total Rp 40,986,000 dikurangi akumulasi jumlah pembelian saham WSKT sebesar Rp 34,777,500 yang menghasilkan realisasi laba sebesar Rp +6,208,500 [*2]

Catatan terkait laba/rugi yang timbul dari penjualan saham WSKT.

Sampai 13 Desember 2020 kemarin, kami sudah melakukan beberapa kali pembelian saham WSKT sehingga terkumpul 27,600 lembar saham dengan nilai total pembelian sebesar Rp 34,777,500 (rerata harga beli Rp 1,260.05).

Per 13 Desember kemarin, harga pasar WSKT masih Rp 1,160, sehingga nilai saham kami menjadi 27,600 lembar dikali Rp 1,160 = Rp 32,016,000, karena itu kami mencatatkan rugi yang belum direalisasikan untuk WSKT sebesar Rp -2,761,600.

Namun minggu lalu, harga saham WSKT naik cukup signifikan, sehingga kami dapat menjual seluruh saham WSKT yang kami miliki pada harga Rp 1,485, lebih tinggi dari harga terakhir WSKT (Rp 1,160) dan harga rerata pembelian (Rp 1,260.05). Karena itu kami mencatatkan 2 jenis kenaikan laba :

[*1] Laba yang belum direalisasikan naik Rp +2,761,500, agar nilai saham WSKT kembali sama dengan jumlah total pembelian sebesar Rp 34,777.500.

[*2] Laba yang sudah direalisaikan sebesar Rp +6,208,500, yang berasal dari jumlah yang diperoleh dari penjualan WSKT sebesar Rp 40,986,000 dikurangi jumlah pembelian sebesar Rp 34,777,500.

Berikut ilustrasinya :

Biaya Transaksi Penjualan & Pembelian Saham (turun Rp -164,359)

  • Biaya transaksi penjualan saham WSKT sebesar Rp -102,465
  • Biaya transaksi pembelian saham ADMF, BBCA, ICBP, UNVR, dan WEGE sebesar Rp -61,894

Pinjaman P2P (turun Rp -39,165)

  • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +95,100
  • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -14,265
  • Asuransi pinjaman P2P via Amartha sebesar Rp -120,000

Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 20 Desember 2020

Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,104.32 (+2.80% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +9.24%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -5.63% pada periode yang sama.

Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 20 Desember 2020

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 20 Desember 2020
Catatan Transaksi sampai tanggal 20 Desember 2020

Rizka & Ardhi

Comments

Leave a comment