Per akhir Minggu ke-96 (31 Januari 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -26,658,688 (-7.24% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 341,620,064. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -26,759,413)
- ADMF turun Rp -1,920,000
- ASII turun Rp -3,000,000
- BBCA turun Rp -1,280,000
- BBRI turun Rp -3,618,000
- BJBR turun Rp -3,072,000
- ICBP turun Rp -975,000
- PWON turun Rp -1,725,900
- SRIL turun Rp -3,369,400
- UNVR turun Rp -1,120,000
- WEGE turun Rp -3,951,200
- WIKA turun Rp -2,800,000
- ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +72,087
Pinjaman P2P (naik Rp +100,725)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +118,500
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -17,775
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,862.35 (-7.05% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +0.25%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -9.37% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi
Leave a comment