Per akhir Minggu ke-97 (7 Februari 2021), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +15,981,840 (+4.68% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 357,601,903. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (naik Rp +15,881,115)
- ADMF naik Rp +160,000
- BBCA naik Rp +620,000
- BBRI naik Rp +1,943,000
- BJBR naik Rp +1,536,000
- ICBP naik Rp +325,000
- PWON naik Rp +1,202,900
- SRIL naik Rp +4,360,400
- UNVR naik Rp +960,000
- WEGE naik Rp +2,334,800
- WIKA naik Rp +2,362,500
- ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +76,515
Pinjaman P2P (naik Rp +100,725)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +118,500
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -17,775
Pajak terutang sebesar Rp 71,818 dari imbal hasil pinjaman P2P di bulan Januari juga telah kami lunasi.

Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,151.73 (+4.94% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +4.94%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -4.90% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami bisa mengalokasikan dana tambahan sebesar 10 Juta Rupiah, sehingga kami akan memulai minggu ke-98 nanti dengan nilai portofolio sebesar Rp 367,601,903. Rencananya dana tersebut akan kami investasikan ke reksa dana ABF Indonesia Bond Index Fund dan membeli saham.
Rizka & Ardhi
Leave a comment