Per akhir Minggu ke-101 (7 Maret 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -2,216,120 (-0.61% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 359,303,491. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,310,743)
- ADMF turun Rp -240,000
- ASII naik Rp +500,000
- BBCA naik Rp +360,000
- BBRI naik Rp +402,000
- BJBR turun Rp -192,000
- ICBP turun Rp -232,500
- PWON naik Rp +784,500
- SRIL turun Rp -1,189,200
- UNVR turun Rp -880,000
- WEGE turun Rp -1,348,800
- WIKA turun Rp -262,500
- ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -12,243
Pinjaman P2P (naik Rp +93,840)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +110,400
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -16,560
Lainnya (naik Rp +783)
- Bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +979
- Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar -196
Utang pajak atas imbal hasil pinjaman P2P di bulan Februari sebesar Rp 85,562 juga telah kami lunasi.

Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,258.75 (+0.27% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +2.57%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -3.25% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat mengalokasikan dana tambahan sebesar 10 Juta Rupiah untuk dimasukkan ke dalam portofolio #ProyekDIRA. Rencananya dana tersebut akan kami gunakan untuk membeli saham.
Rizka & Ardhi
Leave a comment