Selasa, 28 Mei 2019 kemarin kami memanfaatkan uang kas yang menganggur dengan membeli 300 lembar saham WSKT pada harga Rp 1,765 (total Rp 529,500). Untuk itu dikenakan biaya pembelian sebesar Rp 794.
Berikut update Catatan Transaksi hingga tanggal 28 Mei 2019 :
Catatan Transaksi hingga tanggal 28 Mei 2019
Update Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, dan Performa Historis akan kami sampaikan akhir pekan nanti.
Per akhir Minggu ke-8 (26 Mei 2019), total nilai aset kami naik sebesar Rp +2,667,832 (+5.84% dari minggu sebelumnya). Berikut detail penyebab kenaikan tersebut :
BBCA naik Rp +860,000
ASII naik Rp +617,500
ICBP naik Rp +400,000
UNVR naik Rp +385,000
WSKT naik Rp +225,000
Dividen dari ASII sebesar Rp 200,369 (1,300 lembar x Rp 154.13), dipotong pajak sebesar Rp 20,037 sehingga uang kasi naik sebesar Rp +180,332
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 26 Mei 2019
Kenaikan portofolio kami sebagian besar disebabkan oleh naiknya pasar secara keseluruhan, yang ditandai dengan naiknya IHSG ke angka 6,057.35 (+3.96% dari minggu sebelumnya). Secara keseluruhan (yakni sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), portofolio kami masih turun -3.29%, unggul sementara atas IHSG yang turun -6.36% sejak awal April 2019.
Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG hingga tanggal 26 Mei 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui. Laporan tersebut juga tersedia dalam format Google Sheets yang dapat diakses di sini.
Laporan Neraca & Laba Rugi per tanggal 26 Mei 2019
Catatan Transaksi hingga tanggal 26 Mei 2019
Karena minggu depan sudah memasuki masa libur lebaran, ada kemungkinan kami tidak bisa memperbaharui laporan #ProyekDIRA. Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan koneksi internet yang cukup bagus, hehehe.
Per akhir Minggu ke-7 (19 Mei 2019), total nilai aset kami turun drastis sebesar Rp -3,672,500 (-7.44% dari minggu sebelumnya). Hal tersebut dikarenakan kondisi pasar yang cenderung bearish sehingga semua saham yang kami miliki turun sangat tajam :
WSKT turun Rp -1,150,000
BBCA turun Rp -860,000
ASII turun Rp -617,500
ICBP turun Rp -525,000
UNVR turun Rp -520,000
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 19 Mei 2019
Kondisi pasar yang bearish tersebut juga terlihat dari IHSG yang minggu lalu juga turun cukup tajam ke angka 5,826.87 (-6.16% dari minggu sebelumnya). Secara keseluruhan (yakni sejak kami memulai #ProyekDIRA ini, portofolio kami sudah turun -8.62%, tapi masih unggul sementara dari IHSG yang anjlok -9.92% sejak awal April 2019 kemarin.
Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG hingga tanggal 19 Mei 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui. Laporan tersebut juga tersedia dalam format Google Sheets yang bisa diakses di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 19 Mei 2019
Per akhir Minggu ke-6 (12 Mei 2019), total nilai aset kami turun sebesar Rp -670,000 (-1.34% dari minggu sebelumnya). Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut :
4 saham kami turun cukup signifikan, yakni ASII (Rp -325,000), WSKT (Rp -325,000), BBCA (Rp -130,000), dan UNVR (Rp -90,000). Total penurunan dari 4 saham tersebut sebesar Rp -870,000.
Hanya saham ICBP yang naik, sebesar Rp +200,000
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 12 Mei 2019
Sementara itu, minggu lalu IHSG juga turun turun cukup signifikan ke angka 6,209.12 (-1.75%). Secara keseluruhan (sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), portofolio kami turun -1.34%, tapi masih unggul sementara dari IHSG yang sudah turun -4.01% sejak awal April 2019.
Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG hingga tanggal 12 Mei 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui. File tersebut juga tersedia dalam format Google Sheets yang bisa diakses di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 12 Mei 2019
Per akhir Minggu Ke-5 (05 Mei 2019), total nilai aset kami turun sebesar Rp -310,700 (-0.62% dari minggu sebelumnya). Berikut beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut :
3 saham kami turun cukup signifikan, antara lain WSKT (Rp -500,000), ASII (Rp -292,500), dan UNVR (Rp -170,000). Total penurunan dari 3 saham tersebut sebesar Rp -962,500.
Sementara itu, 2 saham kami naik, yaitu ICBP (Rp +450,000) dan BBCA (Rp +110,000). Total kenaikan dari 2 saham tersebut sebesar Rp +560,000.
Pada tanggal 30 April 2019 kemarin, kami menerima dividen dari BBCA sebesar Rp 102,000. Atas dividen tersebut dikenakan pajak sebesar 10% (Rp 10,200), sehingga uang kas kami naik sebesar Rp +91,800.
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 05 Mei 2019
Minggu lalu IHSG juga turun cukup tajam ke angka 6,319.46 (-1.28%). Secara keseluruhan (sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), portofolio kami masih naik sebesar +0.06%, unggul sementara dari IHSG yang turun -2.31% sejak awal April 2019.
Performa Historis hingga tanggal 05 Mei 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui. File tersebut juga tersedia dalam format Google Sheets yang bisa diakses di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 05 Mei 2019
Per akhir Minggu ke-4 (28 April 2018), total nilai aset kami turun cukup tajam, yakni sebesar Rp -1,220,704 (-2.37% dari minggu sebelumnya). Berikut beberapa faktor penyebab penurunan tersebut :
Empat dari lima saham yang kami miliki turun signifikan, antara lain UNVR (Rp -780,000), ASII (Rp -260,000), WSKT (Rp -250,000), dan terakhir BBCA (Rp -10,000). Total dampak penurunan dari 4 saham tersebut adalah Rp -1,300,000.
Minggu lalu, hanya saham ICBP yang mencatatkan kenaikan tipis sebesar Rp +75,000.
Selain dari pergerakan harga saham, minggu lalu kami juga mendapatkan bunga atas kas yang mengendap & belum digunakan di rekening saham kami sebesar Rp 5,370 dan dikenakan pajak sebesar 20% (Rp 1,074). Jujur, kami sebenarnya juga tidak terlalu paham bagaimana perhitungam bunga tersebut, namun demi transparansi, apapun penghasilan yang kami dapat yang berkaitan dengan #ProyekDIRA ini akan kami sampaikan apa adanya.
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 28 April 2019
Sementara itu, IHSG juga turun cukup signifikan, tapi tidak setajam penurunan portofolio kami. IHSG turun ke angka 6,401.08 (-1.63%). Secara keseluruhan (yakni, sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), portofolio kami naik sebesar +0.68%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -1.05% sejak akhir Maret/awal April 2019.
Performa Historis hingga tanggal 28 April 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui. Laporan tersebut juga tersedia dalam format Google Sheets yang bisa diakses di sini.
Sebelumnya kami mohon maaf, karena berbagai kesibukan & kami juga harus pulang kampung untuk pemilu, kami tidak bisa melaporkan hasil minggu kedua dengan tepat waktu. Untuk itu, laporan minggu kedua akan kami gabungkan juga dengan hasil minggu ketiga.
Selain itu, jika sebelumnya kami masing menggunakan beberapa istilah dalam Bahasa Inggris, mulai minggu ini kami ganti semuanya ke Bahasa Indonesia. Mohon informasikan ke kami jika ada penggunaan istilah yang kurang tepat.
Minggu Ke-2
Per 14 April 2019 (akhir minggu kedua), total nilai aset kami sedikit turun sebesar Rp -37,500 (-0.07%). Pada periode yang sama, IHSG turun cukup signifikan ke angka 6,405.87 (-1.05%), sehingga secara keseluruhan (sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), performa portofolio kami sedikit mengungguli IHSG dengan selisih sebesar 0.98%.
Portofolio kami turun karena dampak dari ASII (Rp -162,500), meskipun saham lainnya seperti UNVR (Rp +90,000), ICBP (Rp +25,000), dan BBCA (Rp +10,000) naik.
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 14 April 2019
Minggu Ke-3
Per 21 April 2019 (akhir minggu ketiga) kemarin, total nilai aset kami naik cukup signifikan sebesar Rp +1,557,500 (+3.11%). Kecuali UNVR yang turun Rp -10,000, saham kami yang lain naik cukup signifikan, yaitu
WSKT (Rp +800,000)
ASII (Rp +487,500)
BBCA (Rp +230,000)
ICBP (Rp +50,000).
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 21 April 2019
Sementara itu, IHSG juga naik cukup signifikan minggu lalu, ke angka 6,507.22 (+1.58%), sehingga performa mingguan portofolio kami bisa mengungguli IHSG dengan selisih 1.53%.
Secara keseluruhan (sejak kami memulai #ProyekDIRA ini), portofolio kami sudah naik sebesar 3.13%, mengungguli IHSG yang naik 0.59% pada periode yang sama.
Per tanggal 07 April 2019 hari ini, total nilai aset kami naik sebesar Rp 43,104 (+0.09%).
Unrealized gain terbesar disumbang oleh saham ASII (+Rp 357,500) & WSKT (+Rp 100,000), sementara saham yang mencatatkan unrealized loss yakni ICBP (-Rp 300,000) & UNVR (-Rp 40,000). Selain itu, minggu lalu juga ada biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp 74,396.
Asset List & Unrealized G/L per tanggal 07 April 2019
Berikut update laporan Balance Sheet, Income Statement, Transaction Ledger, & Historical Performance per tanggal 07 April 2019, yang juga bisa diakses dalam format Google Sheets di sini.. Perlu kami sampaikan juga bahwa jumlah yang tertera pada masing-masing saham menggunakan harga perolehan/pembelian (Purchase Amount), bukan Market Value terbaru.
Balance Sheet per tanggal 07 April 2019
Income Statement per tanggal 07 April 2019
Transaction Ledger per tanggal 07 April 2019
Historical Performance vs IHSG per tanggal 07 April 2019
Selama seminggu kemarin, IHSG naik 0.08%, sehingga perbedaan performa antara portofolio kami vs IHSG tidak terlalu signifikan.
Kami (saya & istri) punya dana 50 juta Rupiah, dan kami ingin investasikan dana tersebut di pasar saham Indonesia.
Kami menamai proyek ini #ProyekDIRA (Dana Investasi Rizka & Ardhi) karena memang dana yang kami kelola adalah uang pribadi kami yang jumlahnya kecil, tidak sebanding dengan pengelola reksadana/hedge fund kawakan & profesional dengan dana kelolaan yang mencapai angka milyaran/trilyunan. Modal awal kami sebesar 50 juta Rupiah, dan kami akan tambah modal lagi dari sisa gaji yang ada. Kami akan update laporan transaksi dan nilai aset total tiap minggunya (mudah-mudahan bisa konsisten ya).
Kami mengelola dana tersebut menggunakan prinsip-prinsip yang, bisa jadi, sangat berbeda dengan pengelola reksadana & hedge fund pada umumnya. Prinsip kami adalah :
Kami akan berusaha meminimalisasi frekuensi transaksi. Kami yakin setiap saham yang kami pilih punya prospek imbal hasil yang cukup memuaskan dalam jangka panjang, dan kami memilih gaya investasi yang sangat pasif (beli & tahan selama mungkin).
Kami akan melaporkan transaksi dan hasil investasi dengan transparan. Semua transaksi akan kami laporkan maksimal dalam 24 jam, dan kami akan sampaikan Surat Mingguan setiap hari minggu yang berisi ringkasan Laporan Keuangan (Balance Sheet, Income Statement, Transaction Ledger & Historical Performance vs IHSG) serta beberapa topik lain yang ingin kami diskusikan. Ringkasan Laporan Keuangan tersebut kami buat dalam format Google Sheets yang bisa diakses di sini.
Kami memilih sendiri saham untuk investasi, dan kami menggunakan IHSG sebagai benchmark. Namun demikian, kami yakin tidak akan bisa mengalahkan imbal hasil dari IHSG dalam jangka panjang (jika anda ingin imbal hasil setara dengan IHSG, lebih baik investasikan dana anda di reksadana/ETF berbasis indeks). Jika pada periode tertentu, imbal hasil dari portofolio investasi kami lebih tinggi daripada IHSG, kami yakin hal tersebut murni karena faktor keberuntungan dan akan sangat jarang terjadi.
Kami menyusun Laporan Keuangan dengan kaidah akuntansi yang sangat sederhana (mohon kritik & saran jika menemukan ketidaksesuaian). Berikut Laporan Keuangan per tanggal 31 Maret 2019 (Week-0).
Balance Sheet per tanggal 31 Maret 2019
Income Statement per tanggal 31 Maret 2019
Transaction Ledger per tanggal 31 Maret 2019
Historical Performance per tanggal 31 Maret 2019
Sebagai tambahan informasi, kami menggunakan platform Stockbit dengan Sinarmas Sekuritas sebagai pialang transaksi saham. Kami pilih Stockbit karena website & mobile app-nya sangat mudah digunakan dan Stockbit menyediakan data yang sangat lengkap. Kami menggunakan Sinarmas Sekuritas sebagai pialang karena mereka sudah bekerja sama dengan Stockbit, dan biaya transaksi yang dikenakan juga cukup rendah (Biaya beli 0.15%, biaya jual 0.25% termasuk pajak, dan tidak ada biaya minimum).