Blog

  • #ProyekDIRA | Laporan Transaksi 9 Nov 2020


    Setelah menyuntikkan modal tambahan sebesar 10 juta Rupiah, berikut catatan transaksi yang kami selesaikan hari ini.

    Pembelian Saham

    • 8,500 lembar saham BJBR pada harga Rp 1,170 (total Rp 9,945,000)
    • Atas pembelian dengan total sebesar Rp 9,945,000 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,420
    Konfirmasi transaksi pembelian saham 9 November 2020

    Berikut Catatan Transaksi yang telah diperbaharui dengan data transaksi pembelian saham di atas.

    Catatan Transaksi sampai tanggal 9 November 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-84


    Per akhir Minggu ke-84 (8 November 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +9,980,035 (+3.76% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 275,159,643. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +9,818,300)

    • ADMF naik Rp +650,000
    • ASII naik Rp +2,000,000
    • BBCA naik Rp +1,530,000
    • BBRI naik Rp +1,340,000
    • BJBR naik Rp +481,500
    • ICBP naik Rp +472,500
    • PWON naik Rp +418,400
    • SRIL naik Rp +1,387,400
    • UNVR naik Rp +650,000
    • WIKA naik Rp +612,500
    • WSKT naik Rp +276,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +160,948)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +189,350
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -28,402

    Lainnya (naik Rp +787)

    • Bunga dari kas mengendap sebesar Rp +984
    • Pajak atas bunga dari kas mengendap sebesar Rp -197

    Utang pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P sebesar Rp 70,656 juga telah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 8 November 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,335.53 (+4.04% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -11.41%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -17.52% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 8 November 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 8 November 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 8 November 2020

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami bisa mengalokasikan dana segar sebesar 10 juta Rupiah untuk disuntikkan ke portofolio #ProyekDIRA. Rencananya seluruh dana tersebut akan kami gunakan untuk membeli saham.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-83


    Per akhir Minggu ke-83 (1 November 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +503,950 (+0.19% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 265,179,609. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +362,900)

    • ADMF turun Rp -130,000
    • ASII naik Rp +125,000
    • BBCA naik Rp +60,000
    • BBRI naik Rp +469,000
    • BJBR naik Rp +374,500
    • ICBP turun Rp -157,500
    • PWON turun Rp -104,600
    • UNVR turun Rp -260,000
    • WIKA naik Rp +262,500
    • WSKT turun Rp -276,000

    Dividen Saham (naik Rp +121,500)

    • Dividen dari ASII sebesar Rp +135,000 (5,000 lembar x Rp 27)
    • Pajak atas dividen ASII sebesar Rp -13,500 (10% x Rp 135,000)

    Pinjaman P2P (naik Rp +19,550)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +23,000
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,450

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 1 November 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,128.23 (+0.31% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -14.62%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -20.72% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 1 November 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 1 November 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 1 November 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-82


    Sebelum melaporkan kondisi portofolio, kami ingin menyampaikan terlebih dahulu transaksi penyaluran pinjaman P2P ke Bu Nani (Majalengka, JABAR) via Amartha yang kami lakukan hari Sabtu, 24 Oktober 2020 sebesar Rp 3,000,000.

    Status pinjaman P2P via Amartha

    Status pinjaman saat ini sedang menunggu pencairan.


    Per akhir Minggu ke-82 (25 Oktober 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +4,454,422 (+1.71% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 264,675,659. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +4,322,200)

    • ADMF naik Rp +65,000
    • ASII naik Rp +2,350,000
    • BBCA naik Rp +30,000
    • BBRI naik Rp +268,000
    • BJBR naik Rp +160,500
    • ICBP turun Rp -52,500
    • PWON naik Rp +1,255,200
    • UNVR turun Rp -195,000
    • WIKA turun Rp -525,000
    • WSKT naik Rp +966,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +132,222)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +90,850
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -13,628
    • Asuransi pinjaman P2P ke Bu Nani (Majalengka, JABAR) sebesar Rp -45,000
    • Voucher promosi Amartha sebesar Rp +100,000

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 25 Oktober 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,112.19 (+0.17% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -14.78%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -20.97% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 25 Oktober 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 25 Oktober 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 25 Oktober 2020

    Rizka & Ardhi

  • iPhone dan harga barang lainnya di negara berkembang

    Tadi iseng-iseng search di twitter dengan kata kunci: “beli iphone”. Ketemu ada tweet orang malaysia membandingkan berapa lama supaya bisa beli iphone dengan gaji umr di beberapa negara.

    Terus di reply ada yg sedih karena kok Malaysia lama. Dan negara-negara lain pun mengkonfirmasi iya di negaraku malah selama itu loh. Ya karena emang dibandinginnya sama negara maju sih wkwkwk. Ya jelas umrnya beda.

    Tapi ini udah sering aku rasakan dari dulu pas masih di Jepang. Kita ngomonginnya contoh lain deh bukan iphone ya. Di Jepang bisa beli sepatu misalnya Adidas. Kalau harga normal misal 4,000 yen sepasang. Dengan uang beasiswa 150,000 yen sebulan. Beli ya murah aja kan. Karena 150,000:4,000= 37.5 (atau dibulatkan jadi 37). Bisa beli 37 pasang dengan uang beasiswa sebulan. Btw 4,000 yen itu sekitar 2 kali belanja mingguanku dulu. Belanja mingguan kayak beli sayur, ikan, buah. Sedangkan kalau beli di Indonesia misalnya dengan gaji 2,000,000 rupiah per bulan. Dengan exchange rate dibuat mudah lah ya dulu misalnya rata-rata 1 yen = 100 rupiah, berarti harga sepatunya menjadi 400,000 rupiah, hitungannya menjadi 2,000,000 : 400,000 = 5. Dengan gaji sebulan, cuma bisa dapet 5 pasang. Ini dengan catatan, beli sepatu yang sama persis di toko yang sama di saat yang sama dengan cara titip ke temen yang lagi di Jepang tanpa ada biaya tambahan apapun. Karena bisa aja harga toko lain lebih mahal atau murah. Atau beli besoknya ternyata ada diskon jadi lebih murah. Atau kalau beli sendiri dari Indonesia bisa jadi lebih mahal karena biaya kirimnya mahal. Atau beli di toko di Indonesia juga kadang harganya lebih mahal.

    Beli barang seperti sepatu, tas, baju di Jepang bisa jadi lebih murah daripada di Indonesia. Kenapa? Karena sering banget ada diskon. Setiap peralihan musim pasti tuh model lama didiskon bahkan sampai 80% pun ada. Jadi misalnya jaket musim dingin dulunya harga sejuta rupiah, nanti diskon jadi cuma 200,000 rupiah pas deket-deket musim semi. Selain itu, ada juga yang namanya outlet mall/park. Barang yang dijual di sini, pada awalnya adalah barang yang udah lama nggak kejual di toko-toko official lain jadi lebih gampangnya barang sisa lah, atau barang yang ada cacat produksi sehingga nggak lulus inspeksi makanya bisa dijual murah. Tapi lama-lama katanya sih perusahaan sengaja membuat produk yang memang khusus dibuat untuk dijual di outlet tersebut. Outlet seperti ini jumlahnya sangat banyak tersebar di seluruh Jepang, bahkan per 2014 aja ada 38 outlet. Aku nggak tahu per 2020 ada berapa wkwkwk.

    Baju pun di sini jarang ada diskon yang sampai segila contoh baju musim dingin di atas itu ya. Oh iya Bodyshop pun kalau di Jepang sering banget ngasih diskon sampai 50%. Kalau di sini juga boro-boro kecuali dateng ke PRJ yang mana pembelinya banyak banget sampai rebutan wkwkwkwk.


    Udah melebar ke mana-mana malah pembahasannya ya. Intinya sih nggak semua-muanya pasti setiap barang di negara berkembang harganya lebih murah dibanding harga maju.

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-81


    Sebelum melaporkan kondisi portofolio, kami ingin menyampaikan terlebih dahulu transaksi penyaluran pinjaman P2P via Koinworks yang kami lakukan hari Minggu, 18 Oktober 2020 sebesar Rp 2,600,000.

    Status pinjaman P2P via KoinWorks

    Status pinjaman saat ini sedang menunggu pencairan.


    Per akhir Minggu ke-81 (18 Oktober 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +6,463,430 (+2.55% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 260,221,236. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +6,335,200)

    • ASII naik Rp +950,000
    • BBCA turun Rp -45,000
    • BBRI naik Rp +670,000
    • BJBR naik Rp +1,123,500
    • ICBP turun Rp -630,000
    • PWON naik Rp +523,000
    • SRIL naik Rp +198,200
    • UNVR turun Rp -130,000
    • WIKA naik Rp +87,500
    • WSKT naik Rp +3,588,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +142,659)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +167,834
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -25,175

    Lainnya (turun Rp -14,429)

    • Biaya transaksi pembelian pada tanggal 12 Oktober 2020 sebesar Rp -14,429.

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 18 Oktober 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,103.41 (+0.98% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -16.22%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -21.11% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 18 Oktober 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 18 Oktober 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 18 Oktober 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Laporan Transaksi 12 Oktober 2020


    Setelah menyuntikkan modal tambahan sebesar 10 juta Rupiah, berikut catatan transaksi yang kami selesaikan hari ini.

    Pembelian Saham

    • 10,700 lembar saham BJBR pada harga Rp 930 (total Rp 9,951,000)
    • Atas pembelian dengan total sebesar Rp 9,951,000 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,429
    Konfirmasi transaksi pembelian saham 12 Oktober 2020

    Berikut Catatan Transaksi yang telah diperbaharui dengan data transaksi pembelian saham di atas.

    Catatan Transaksi sampai tanggal 12 Oktober 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-80


    Per akhir Minggu ke-80 (11 Oktober 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +10,344,245 (+4.43% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 243,757,806. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +10,255,000)

    • ADMF naik Rp +910,000
    • ASII naik Rp +750,000
    • BBCA naik Rp +810,000
    • BBRI naik Rp +335,000
    • ICBP turun Rp -52,500
    • PWON naik Rp +1,882,800
    • SRIL naik Rp +693,700
    • UNVR naik Rp +130,000
    • WIKA naik Rp +2,450,000
    • WSKT naik Rp +2,346,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +88,400)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +104,000
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -15,600

    Lainnya (naik Rp +845)

    • Bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +1,056
    • Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp -211

    Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P yang diterima selama bulan September sampai awal Oktober sebesar Rp 71,752 juga sudah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 11 Oktober 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,053.66 (+2.58% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -18.30%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -21.88% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 11 Oktober 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 11 Oktober 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 11 Oktober 2020

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami bisa mengalokasikan dana segar sebesar 10 juta Rupiah untuk disuntikkan ke portofolio #ProyekDIRA. Rencananya seluruh dana tersebut akan kami gunakan untuk membeli saham.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-79


    Sebelum melaporkan posisi portofolio #ProyekDIRA, kami ingin menyampaikan terlebih dahulu bahwa hari Jumat tanggal 2 Oktober kemarin, kami telah menyalurkan pinjaman P2P sebesar Rp 3,000,000 ke Bu Ani di Wonogiri, Jawa Tengah via Amartha. Pada transaksi tersebut, kami mendapatkan voucher promo dari Amartha sebesar Rp 100,000, dan dikenakan biaya asuransi sebesar Rp 45,000. Status pinjaman saat ini sedang menunggu pencairan.

    Status pinjaman P2P ke Bu Ani (Wonogiri, JATENG) via Amartha

    Per akhir Minggu ke-79 (4 Oktober 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -2,677,350 (-1.13% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 233,413,561. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,821,600)

    • ADMF turun Rp -65,000
    • ASII turun Rp -1,350,000
    • BBCA turun Rp -315,000
    • BBRI turun Rp -402,000
    • ICBP naik Rp +52,500
    • SRIL turun Rp -99,100
    • UNVR naik Rp +195,000
    • WIKA turun Rp -700,000
    • WSKT turun Rp -138,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +144,250)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +105,000
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -15,750
    • Voucher promo dari Amartha sebesar Rp +100,000
    • Biaya asuransi pinjaman ke Bu Ani (Wonogiri, JATENG) sebesar Rp -45,000

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 4 Oktober 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 4,926.73 (-0.39% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -21.76%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -23.84% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 4 Oktober 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 4 Oktober 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 4 Oktober 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-78


    Per akhir Minggu ke-78 (27 September 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -5,764,600 (-2.38% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 236,090,911. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -5,853,000)

    • ADMF turun Rp -455,000
    • ASII naik Rp +400,000
    • BBCA turun Rp -60,000
    • BBRI turun Rp -402,000
    • ICBP turun Rp -262,500
    • PWON turun Rp -1,987,400
    • SRIL turun Rp -594,600
    • UNVR turun Rp -260,000
    • WIKA turun Rp -437,500
    • WSKT turun Rp -1,794,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +88,400)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +104,000
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -15,600

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 27 September 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 4,945.79 (-2.24% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -20.87%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -23.54% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 27 September 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 27 September 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 27 September 2020

    Rizka & Ardhi