Blog

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-77


    Per akhir Minggu ke-77 (20 September 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +886,100 (+0.37% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 241,855,511. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +807,900)

    • ADMF turun Rp -195,000
    • ASII naik Rp +750,000
    • BBCA turun Rp -825,000
    • BBRI turun Rp -201,000
    • ICBP turun Rp -157,500
    • PWON naik Rp +1,778,200
    • SRIL naik Rp +198,200
    • UNVR turun Rp -715,000
    • WIKA naik Rp +175,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +78,200)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +92,000
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -13,800

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 20 September 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,059.22 (+0.85% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -18.94%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -21.79% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 20 September 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 20 September 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 20 September 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-76


    Per akhir Minggu ke-76 (13 September 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -14,131,577 (-5.54% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 240,969,411. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -14,178,600)

    • ADMF turun Rp -700,000
    • ASII turun Rp -2.100.000
    • BBCA turun Rp -1,425,000
    • BBRI turun Rp -2,010,000
    • ICBP turun Rp -105,000
    • PWON turun Rp -2,900,000
    • SRIL turun Rp -1,585,600
    • UNVR turun Rp -260,000
    • WIKA turun Rp -1,575,000
    • WSKT turun Rp -1,518,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +62,347)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +73,350
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -11,003

    Lainnya (turun Rp -15,324)

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 13 September 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,016.71 (-4.26% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -19.23%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -22.45% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 13 September 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 13 September 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 13 September 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Laporan Transaksi 7 September 2020


    Setelah menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 15 juta Rupiah, berikut catatan transaksi yang kami selesaikan hari ini.

    Pembelian Saham

    • 600 lembar saham ADMF pada harga Rp 7,750 (total Rp 4,650,000)
    • 7,200 lembar saham PWON pada harga Rp 402 (total Rp 2,894,400)
    • 14,000 lembar saham SRIL pada harga Rp 216 (total Rp 3,024,000)
    • Atas pembelian dengan total sebesar Rp 10,568,400 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 15,324
    Konfirmasi transaksi pembelian saham 7 September 2020

    Pinjaman P2P

    • Pinjaman P2P via Amartha untuk Bu Musripah di Nganjuk, JATIM sebesar Rp 4,000,000
    • Pinjaman P2P via Amartha untuk Bu Primpen di Jombang, JATIM sebesar Rp 4,000,000

    Status kedua pinjaman di atas saat ini sedang menunggu pencairan.

    Status pinjaman P2P via Amartha

    Berikut Catatan Transaksi yang telah diperbaharui dengan data transaksi pembelian saham di atas.

    Catatan Transaksi sampai tanggal 7 September 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-75


    Per akhir Minggu ke-75 (6 September 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -6,369,598 (-2.58% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 240,100,988. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -6,449,200)

    • ADMF turun Rp -400,000
    • ASII turun Rp -1,375,000
    • BBCA turun Rp -345,000
    • BBRI turun Rp -938,000
    • ICBP turun Rp -52,500
    • PWON turun Rp -631,400
    • SRIL turun Rp -680,800
    • UNVR naik Rp +390,000
    • WIKA turun Rp -1,312,500
    • WSKT turun Rp -1,104,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +79,602)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +93,659
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -14,048

    Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P di bulan Agustus sebesar Rp 47,933 juga telah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 6 September 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,239.85 (-2.00% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -14.50%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -19.00% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 6 September 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 6 September 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 6 September 2020

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat menyisihkan dana segar sebesar 15 juta Rupiah untuk ditambahkan ke portofolio #ProyekDIRA, sehingga kami akan memulai Minggu ke-76 dengan nilai portofolio sebesar Rp 255,100,988. Rencananya, 10 juta Rupiah akan kami alokasikan untuk membeli saham, sedangkan 5 juta Rupiah akan disalurkan lewat platform pinjaman P2P.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-74


    Per akhir Minggu ke-74 (30 Agustus 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +2,988,812 (+1.23% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 246,470,585. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +2,876,900)

    • ADMF naik Rp +450,000
    • ASII naik Rp +125,000
    • BBCA naik Rp +495,000
    • BBRI naik Rp +871,000
    • ICBP naik Rp +472,500
    • PWON naik Rp +360,800
    • SRIL turun Rp -340,400
    • UNVR naik Rp +130,000
    • WIKA naik Rp +175,000
    • WSKT naik Rp +138,000

    Pinjaman P2P (naik Rp +111,648)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +131,350
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -19,702

    Lainnya (naik Rp +264)

    • Bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +330
    • Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp -66

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 30 Agustus 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,346.66 (+1.40% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -12.23%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -17.35% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 30 Agustus 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 30 Agustus 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 30 Agustus 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-73


    Per akhir Minggu ke-73 (23 Agustus 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +6,921,450 (+2.93% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 243,481,774. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +6,643,700)

    • ASII turun Rp -375,000
    • BBCA turun Rp -225,000
    • BBRI naik Rp +1,474,000
    • ICBP turun Rp -157,500
    • PWON naik Rp +902,000
    • SRIL naik Rp +2,723,200
    • WIKA naik Rp +1,750,000
    • WSKT naik Rp +552,000

    Dividen Saham (naik Rp +250,380)

    • Dividen UNVR Rp +278,200
    • Pajak dividen ICBP Rp -27,820 (10% x Rp 278,200)

    Pinjaman P2P (naik Rp +27,370)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +32,200
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -4,830

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 23 Agustus 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,272.81 (+0.48% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -13.29%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -18.49% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 23 Agustus 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 23 Agustus 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 23 Agustus 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-72


    Per akhir Minggu ke-72 (16 Agustus 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +6,820,723 (+2.97% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 236,560,324. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +6,368,600)

    • ADMF naik Rp +285,000
    • ASII naik Rp +500,000
    • BBCA naik Rp +675,000
    • BBRI naik Rp +1,541,000
    • PWON naik Rp +721,600
    • SRIL naik Rp +411,500
    • UNVR naik Rp +195,000
    • WIKA naik Rp +1,487,500
    • WSKT naik Rp +552,000

    Dividen Saham (naik Rp +406,350)

    • Dividen ICBP Rp +451,500
    • Pajak dividen ICBP Rp -45,150 (10% x Rp 451,500)

    Pinjaman P2P (naik Rp +52,998)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +62,350
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -9.352

    Lainnya (turun Rp -7,225)

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 16 Agustus 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 5,247.69 (+2.02% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -15.76%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -18.88% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 16 Agustus 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 16 Agustus 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 16 Agustus 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Laporan Transaksi 10 Agustus 2020


    Setelah menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 10,000,000, berikut catatan transaksi yang kami selesaikan hari ini.

    Pembelian Saham

    • 300 lembar saham ADMF pada harga Rp 7,650 (total Rp 2,295,000)
    • 14,000 lembar saham SRIL pada harga Rp 192 (total Rp 2,688,000)
    • Atas pembelian dengan total sebesar Rp 4,983,000 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 7,225
    Konfirmasi transaksi pembelian saham 10 Agustus 2020

    Pinjaman P2P

    • Penyaluran pinjaman P2P lewat KoinWorks sebesar Rp 5,000,000.
    Pinjaman P2P melalui KoinWorks

    Berikut Catatan Transaksi yang telah diperbaharui dengan data transaksi pembelian saham di atas.

    Catatan Transaksi sampai tanggal 10 Agustus 2020

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-71


    Sebelum melaporkan kondisi portofolio #ProyekDIRA per akhir minggu ini, kami ingin menyampaikan terlebih dahulu 2 transaksi penyaluran pinjaman P2P via Amartha & KoinWorks yang kami lakukan hari Jumat, 7 Agustus 2020 kemarin.

    • Pinjaman P2P via Amartha untuk Bu Poniyah di Purworejo, JATENG sebesar Rp 3,500,000
    • Pinjaman P2P via KoinWorks sebesar Rp 2,500,000

    Status kedua pinjaman saat ini sedang menunggu pencairan.

    Status pinjaman P2P untuk Bu Poniyah via Amartha
    Status pinjaman P2P via KoinWorks

    Per akhir Minggu ke-71 (9 Agustus 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -3,097,576 (-1.39% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 219,739,601. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -3,300,800)

    • ADMF turun Rp -510,000
    • ASII naik Rp +625,000
    • BBCA turun Rp -180,000
    • BBRI turun Rp -335,000
    • ICBP naik Rp +2,047,500
    • PWON turun Rp -2,164,800
    • SRIL turun Rp -355,500
    • UNVR turun Rp -715,000
    • WIKA turun Rp -1,575,000
    • WSKT turun Rp -138,000

    Dividen Saham (naik Rp +48,420)

    • Dividen SRIL Rp +53,800
    • Pajak dividen SRIL Rp -5,380 (10% x Rp 53,800)

    Pinjaman P2P (naik Rp +152,784)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +91,510
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -13,726
    • Bonus koin dari KoinWorks Rp +75,000

    Lainnya (naik Rp +2,021)

    • Bunga dari kas yang mengendap Rp +2,525
    • Pajak bunga dari kas yang mengendap Rp -504

    Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P di bulan Juli sebesar Rp 51,923 juga telah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 9 Agustus 2020

    Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,143.89 (-0.11% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -18.19%, sedikit di atas IHSG yang turun -20.48% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 9 Agustus 2020

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 9 Agustus 2020
    Catatan Transaksi sampai tanggal 9 Agustus 2020

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat mengalokasikan dana tambahan sebesar 10 juta Rupiah untuk dimasukkan ke portofolio #ProyekDIRA. Rencananya dana tersebut akan kami bagi sama rata : 5 juta Rupiah untuk pembelian saham, dan 5 juta Rupiah untuk pinjaman P2P lewat KoinWorks.


    Rizka & Ardhi

  • Pengalaman Vaksin HPV (Cervarix)

    Awal tahun ini memutuskan untuk vaksin HPV karena takut juga cuy kena kanker serviks. Daripada nanti malah bayar mahal untuk pengobatan mending sekarang divaksin aja untuk pencegahannya. Di Indonesia sendiri vaksinnya ada 2 jenis, cervarix dan gardasil. Gardasil ini bisa mencegah HPV tipe 6, 11, 16,18. Sedangkan cervarix mencegah tipe 16 dan 18. Waktu itu sebenernya pengen pake gardasil. Udah tanya ke Omni nggak punya. Terus coba tanya ke Siloam katanya ada. Tapi karena aku belum pernah papsmear untuk ngecek apakah sudah punya kanker atau belum, maka aku cek dulu di Omni. Ceknya sekalian sama medical check up. Setelah selesai cek, ke Siloam. Eh ternyata malah gardasil kosong katanya. Ya udah pakai yang ada aja yaitu cervarix.

    Untuk vaksin cervarix ini ada 3 kali jadwalnya. Aku suntik pertama tanggal 18 Januari. Terus dikasih kartu kecil buat kontrol, dikasih catatan juga kapan waktu suntik selanjutnya.

    Kartu Kontrol

    Btw kenapa tulisan umur di situ 26 padahal aku 28? Jadi, waktu ngantri kan dipanggil pasien yang harus masuk ruangan dokter. Awalnya dipanggilnya pake no urut antrian. Tapi orangnya nggak dateng-dateng. Akhirnya dipanggil namanya. Namanya kebetulan Riskha. Kalau dipanggil kan jadi sama ya kayak namaku. Karena aku merasa terpanggil ya udah aku masuk. Eh ternyata salah. Tapi karena udah terlanjur masuk ya udah dilanjut lagi. Jadi tulisan di kartu itu nama sama umurnya ya punya Mbak Riskha, wkwkwk.

    Setelah suntik, di kartunya ditulis kalau jadwal selanjutnya adalah 15 Februari. Tapi aku pas itu lagi mens sakit banget. Jadi aku tunda ke minggu selanjutnya baru ke rumah sakit lagi. Eh dokternya nggak masuk ternyata. Aku nggak tau bisa ganti dokter atau nggak. Karena aku pas tanya, kalau belinya udah sepaket itu nggak bisa ganti dokter. Dan aku juga nggak tau aku belinya sepaket atau nggak? Yaudah skip deh di minggu itu. Aku nggak suntik lagi. Nah kebetulan minggu depannya lagi ada nikahan sepupu di Lampung. Pas balik ke Cikarang udah capek banget nggak kuat aku ke rumah sakit. Ini juga skip lagi. Pas dateng ke rumah sakit tanggal 14 Maret, dimarahi lah aku sama dokternya. “Kenapaa nggak sesuai jadwal? Ini nanti malah nggak efektif, vaksinnya jadi kurang manjur.” Aku iya iya aja sih. Padahal di kartu kontrolnya itu, ada tulisannya “Interval antara dosis pertama dan dosis kedua minimum 1 bulan, maksimum 3 bulan.” Jadi kalau aku hitung antara 18 Januari ke 14 Maret kan nggak ada 2 bulan ya, harusnya masih aman lah. Setelah disuntik, ternyata masih bayar lagi. Oh berarti aku belinya bukan yang sepaket ini. Berarti kalau nanti dokternya nggak masuk bisa ke dokter lain.

    Nah untuk jadwal ketiga adalah hari ini, yaitu 18 Agustus. Ini aku nggak mau dimarahi lagi jadi aku langsung ke rumah sakit pagi-pagi. Huah pas ada covid19 begini pula kan serem mantep tuh. Kemarin pas Maret aku masih berani pake grab bike, tapi hari ini aku pake grab car. Dari kemarin aku udah wa sama Siloam, katanya bisa daftar lewat wa. Aku udah daftar kan. Terus jam 7 hari ini aku ke Siloam, mau ambil antrian yang di poli kandungan. Tapi nggak ada orang. Ternyata bukanya mulai jam 8.

    Pengumuman dari Siloam

    Yaudah daripada bolak-balik ya aku tungguin di halte deh sampai jam 8. Ternyata dapet sms kalau hari ini dokter yang aku mau ijin lagi. Nah karena udah pengalaman ya, aku tahu kalau bisa ganti dokter. Akhirnya aku ke dokter lain. Daftar lagi ternyata, yang lewat wa harus ditambahi lagi, masih belum cukup. Pas di pendaftaran ditanyain, apa sudah daftar sebelumnya lewat wa atau telepon? Aku jawab udah tapi mau ganti dokter karena dokternya nggak masuk. Udah dapet berkasnya, ke poli kandungan. Setelah aku tanya, katanya dokter dateng jam 10 dan aku dapet no urut 8. Masih jam setengah 9. Aku bawa kunci apato dan ada jadwal cuci AC hari ini jam 10, aku pulang dulu deh.

    Jam 10 kurang ke rumah sakit lagi. Nunggu di poli kandungan sudah ramai ternyata. Ditensi dan timbang berat badan, tunggu lagi. Setelah tunggu sekitar 30 menitan lah baru dokternya dateng. Dokternya pakai kain hijau kayak yang dipakai pas operasi itu. Dan pakai masker N95. Susternya juga pakai plastik. Serem yah. Nah kan tadi katanya aku no urut 8, ternyata udah dipanggil urutan ketiga. Mungkin ya ada pasien lain yang nggak dateng atau dokternya buru-buru ada operasi lagi kali ya jadi aku didahulukan karena cuma suntik.

    Akhirnya selesai sudah drama vaksin ini. Setelah selesai doktenya bilang, “Udah ya, selesai ini udah wisuda ya. Nggak perlu suntik lagi.” Iya benar dok akhirnyaaaa!

    Biasanya setelah disuntik kerasa pegel banget itu bahunya. Sampe aku sih biasanya nggak mau nyuci dulu deh. Wkwkwk. Tapi ya cuma pegel doang. Yang lebih menyeramkan malah justru periksa papsmear sebelum suntiknya itu. Mana dulu malah dokternya sempet main hp setelah masukin cocor bebek. Wah parah sih. Udah sakit ngilu gitu malah dibiarin dulu nggak langsung ambil sampel. Aku jadi maunya sebisa mungkin jangan ke situ lagi deh ampun.

    Btw buat biaya vaksin cervarix itu sendiri seperti di bawah ini. Untuk hari ini ini perinciannya ya.

    • OPD consultation: 130,000 (OPD kayaknya outpatient doctor)
    • Injection for vaccine procedure: 82,500
    • Vaccine cervarix inj: 849,041
    • Alcohol swab onemed: 499
    • Safety gear (PPE): 10,000
    • Admin charge: 35,000
    • Rounding: -39
    • Total 1,107,000

    Jadi biayanya itu bukan cuma vaksin aja ya, masih ada tambahan lainnya.

    Btw ini biaya-biaya sebelumnya. Untuk rinciannya nggak bisa aku tulis di sini karena kertas kuitansinya udah aku buang.

    1st : 1,142,500

    2nd : 963.000

    Jadi total biaya semuanya adalah Rp 3,212,500.

    Btw untuk yang pertama dan kedua aku daftarnya lewat Alodokter. Itu bisa dapet saldo OVO 50 ribuan gitu jadi lumayan lah ya bisa dipake buat ongkos transport. Dapet saldonya setelah upload invoice bayar vaksinnya setelah selesai periksa.