Hari ini masak gule ayam kentang. Karena sayuran yang masih ada tinggal kentang.
Gule Ayam Kentang versi Rizka
Resepnya adalah seperti berikut.
Gule ayam kentang
Bahan:
Kentang 2 buah
Ayam 400 gram
Lengkuas
Kunyit
Ketumbar 2 butir
Bawang merah 5 siung
Bawang putih 2 siung
Cabe rawit 4 buah
Cabe merah 3 buah
Kayu manis
Daun jeruk 4 lembar
Daun salam 2 lembar
Santan 150 ml
Air
Minyak goreng
Bumbu bamboe Gule
Cara membuat:
Potong kentang dan ayam. Haluskan lengkuas, kunyit, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, setelah harum masukkan kayu manis, daun jeruk, daun salam. Jika sudah layu masukkan ayam dan kentang. Aduk-aduk hingga sedikit matang. Masukkan bumbu bamboe, aduk rata. Tambahkan air. Setelah ayam dan kentang, masukkan santan dan aduk rata.
Btw kalau gule biasanya pake kambing dan kuahnya encer. Tapi aku sekarang pake ayam dan kuahnya kental karena emang aku sama Ardhi nggak terlalu suka kuah. Makanya sayang aja kalau bikin kuah banyak dan encer tapi akhirnya malah nggak kemakan dan dibuang, apalagi ini kan pake santen. Jadi ya udah sekalian aja bikin kuahnya sedikit dan kentel supaya bisa habis dan alhamdulillah tadi beneran habis tak bersisa kuahnya :)
Per akhir Minggu ke-64 (21 Juni 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +1,166,170 (+0.63% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 185,714,292. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +1,117,200)
ASII naik Rp +500,000
BBCA turun Rp -285,000
BBRI naik Rp +469,000
ICBP naik Rp +682,500
PWON turun Rp -360,800
UNVR turun Rp -390,000
WIKA naik Rp +87,500
WSKT naik Rp +414,000
Pinjaman P2P (naik Rp +48,068)
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +56,550
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -8,482
Lainnya (naik Rp +902)
Bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +1,127
Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp -225
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 21 Juni 2020
Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 4,942.27 (+1.27% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -17.83%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -23.60% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 21 Juni 2020
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 21 Juni 2020Catatan Transaksi sampai tanggal 21 Juni 2020
Ternyata pengeluaran kami bulan ini tidak terlalu banyak, jadi kami bisa menyuntikkan lagi modal tambahan sebesar 10 juta Rupiah. Kami berencana untuk mengalokasikan seluruh modal tambahan tersebut untuk membeli saham.
Tadi pas mandi, cincin nikahku kelepas dan jatuh masuk ke lubang pembuangan air yang mana adalah nggak mungkin lagi bisa diambil karena kamar kita ada di lantai 23!!!!! Hah sedih banget aku nulisnya nyesek. Nanti kalau udah hilang ini corona corona aku mau ke toko emas nyari cincin baru lagi. Yaaa biar keliatan kalo udah nikah wkwkkwk.
Hari ini nggak belanja karena sayuran minggu lalu masih nyisa, jadi pake itu dulu. Daging juga masih ada karena kemarin Rabu pas pulang kerja sempet beli buah sekalian daging sama cemilan dan susu. Tapi kok tadi susunya udah abis aja ya. Cepet juga dong cuma 4 hari susu udah habis wkwkwk. Seliter bagi 4 berarti 250 ml rata-rata sehari. Ya wajar sih, segelas aja 300 ml makanya tadi sisa setengah gelas doang. Hhhh kok aku baru sadar ya. Besok beli susu lagi langsung 2 kotak aja deh biar bisa seminggu.
Sarapan! Roti dengan tomat, keju, madu. Rotinya aku pake Sari roti double soft. Kejunya Kraft Cheddar. Madunya Uray. Tomatnya beli di abang tukang sayur. Di piring satunya ada nanas, semangka, melon, pir, salak. Salak dapet dari PT, buah lainnya beli di Farmers Market. Minumnya kopi sachet + susu 1/2 gelas + air hingga penuh banget. Kopinya Goodday Chococinno instant coffee 3 in 1 dari PT, dari parcel lebaran tahun lalu baru inget kalau masih ada (untung belum kadaluarsa!). Susunya Greenfields fresh milk. Udah 10 tahunan ini aku kalau sarapan hampir selalu buah, roti, dan susu. Topping rotinya apa aja tergantung mood. Kadang nutella, meises, margarin, selai strawberry, selai blueberry, selai nanas, selai marmalade, madu, keju, telur goreng. Yang paling parah sih dulu selama kuliah 4 tahun sarapannya ((2 ROTI)) sama tengahnya ada telur dadar, saos tomat, timun, tomat, selada, mayones, keju plus minum susu segelas. Yaa pantes aja gendut wkwk. Kenapa sarapan roti? Karena paling gampang aja nyiapinnya. Nggak perlu masak berat dari pagi ya kan. Maklum anak kos. Terus, ada buah juga. Dulu aku makan buah 1 jenis untuk sekali makan. Jadi pas mau sarapan dikupas dulu buahnya. Tapi kok ya makin mager ngupas buah tiap hari tuh.. jadi malah kadang kelewat nggak makan buah di hari itu. Akhirnya kemarin pas puasa kupas dan potong-potong semua buah, masukin ke wadah tertutup macem Tupperware, terus kulkasin deh. Pas butuh ambil secukupnya. Eh ternyata enak. Jadi lanjut sampai sekarang. Sarapan buahnya jadi macem-macem.
Sarapan
Tadi masak hambaagu. Resepnya nyontek orang Jepang di cookpad. Tapi karena aku nggak punya bawang bombay, aku pakenya bawang merah. Nah hambagu ini juga favorit Ardhi banget nih. Udah dari minggu lalu dia pengen hambagu, baru bisa bikin hari ini karena baru ada daging dan waktunya.
Ini aku share resepnya ya.
Hambagu
Makan siang (+nasi)
Bahan:
Daging sapi giling 300 g
Roti tawar 1/2 lembar
Telur 1 butir
Bawang merah 5 siung
Bawang putih 2 siung
Ketumbar
Lada
Garam
Masako ayam
Minyak goreng
*ketumbar sama masako ayam ini tambahan aku sendiri, di resep aslinya nggak ada. Malah ada yang nyaranin pake pala. Ya dikira-kira sendiri ya sukanya gimana. Ada juga resep yang pake susu 50 ml, tapi aku nggak pake tadi, dan malah lebih enak menurutku. Soalnya nggak terlalu encer jadi gampang ngebentuknya. Tepung roti dan bawang merah sebenernya juga nggak ada di resep, harusnya pakai tepung panko dan bawang bombay (1 butir atau 1/2 butir), tapi aku nggak punya.
Cara membuat:
Blender sebentar roti. (Kira-kira saja supaya teksturnya mirip panko. Tapi kalau terlalu besar juga nggak ngaruh sih. Tadi ada potongan roti yang masih lumayan besar kira-kira sepanjang jempol, aku sobek-sobek sendiri pake tangan dan pas mateng nggak terlalu kerasa.) Iris bawang merah dan bawang putih. Campurkan semua bahan. Bagi menjadi 4 bagian. Bentuk-bentuk dan pipihkan. Karena aku hanya digioreng, jadi aku buat setipis mungkin yang bentuknya masih OK. Tapi ada juga yang ditambahkan air pas masaknya, dan ditutup, jadi kayak dikukus gitu. Karena dulu pernah nyoba bikin saos tanpa kecap worcester dan gagal, hari ini aku nggak nyoba lagi. Aku pake dressing wijen dan wafuu dressing dari Kyuupi.
Terus tinggal tambahi sayur rebus deh. Dimakan dengan bakwan jagung juga. Hari ini tapi bakwannya aku pake jagung yang diuleg dulu atas request Ardhi.
Btw minggu ini aku juga dikasih paket bistik ayam dan beli brownies dari Mbak Nisa. Harga paket bistik ayam 50 ribu dan brownies 70 ribu.
Bistik Ayam
Paket bistik ayamnya udah ada instruksinya dengan jelas jadi buat orang yang nggak pernah masak pun nggak akan bingung. Ayamnya ada 2 potong gede juga ternyata. Sayurnya juga banyak. Ayamnya udah dibumbui jadi gurih gitu. Terus ada saos yang warna coklat dan orange. Enak banget sih. 50 ribu segitu puas banget, makan berdua sama Ardhi kenyangggg.
Browniesnya juga enak. Tipe yang dipanggang. Ada macam-macam topping: keju, almond, mede, kismis, sama coklat kacang kayak Chacha. Ukuran bronisnya 20 x 20 cm2 dan udah dipotong-potong jadi gampang makannya. Total ada 25 potong.
Hari ini ke bawah jam 10:20 untuk belanja ke tukang sayur. Ternyata bapaknya udah jalan ke perkampungan deket sini, jadi aku tunggu lumayan lama sekitar 20 menit. Beli wortel, jagung, tomat, ebi (bapaknya nyebutnya sih teri udang), buncis, brokoli, kentang, bawang merah, kerupuk. Total 50 ribu rupiah saja.
Ini belanjaannya, lumayan banyak ya tapi cuma 50 ribu (bawang merahnya dijemur, nggak ikut kefoto).
Lalu masaknya adalah bikin bakwan jagung (lagi!), tempe goreng tepung, sop, sama sambel. Tempe goreng tepung karena masih ada tempe di freezer, udah aku iris tipis jadi tinggal bikin adonan tepung. Kalau sopnya pakai bakso dan sosis yang juga masih ada di kulkas. Resep bakwannya sama kayak kemarin, tapi yang hari ini nggak aku kasih wortel karena wortelnya aku pake untuk sop.
Tempe goreng tepung
Bahan:
Tempe
Bawang putih
Ebi
Lada
Ketumbar bubuk
Garam
Kaldu ayam
Tepung terigu
Cara membuat:
Haluskan bawang putih. Masukkan ke mangkok, tambahkan ebi, lada, ketumbar bubuk, garam, kaldu ayam, tepung terigu. Aduk. Tambahkan air sedikit demi sedikt, jika sudah pas kekentalannya masukkan tempe. Goreng adonan tempe dengan api panas.
Sop
Bahan:
Wortel
Brokoli
Buncis
Kentang
Tomat
Bakso
Sosis
Bawang merah
Bawang putih
Bubuk pala
Garam
Kaldu jamur
Lada
Cara membuat:
Haluskan bawang merah dan bawang putih. Tumis hingga harum. Masukkan potongan tomat. Rebus air, masukkan bumbu, tomat, wortel, kentang hingga setengah matang. Masukkan bakso, sosis, brokoli, buncis. Tambahkan bubuk pala, lada, garam, dan kaldu jamur.
Sorenya beli tahu bakso 5 pcs, sosis solo 5 pcs, sama kunyit asem 1 pcs di Tahu bakso Iki wae Jababeka. Tahunya enak. Sosis solo agak manis. Kunyit asem terlalu manis sih kalau menurutku. Total nggak sampai 50 ribu. Berarti uang makan hari ini nggak sampe 100 ribu totalnya.
Katanya sambelnya kebanyakan bawang dan kurang halus nguleknya. wkwkwk.
Omake:
Hari ini aku bisa buka carica akhirnya! Setelah buka youtube. Cari tipsnya, aku coba beberapa akhirnya bisa! Pertama coba pakai karet gelang. Ternyata karetnya terlalu bulat(?) jadi keplintir terus akhirnya gagal. Lalu coba pakai kantong kresek. Tips aslinya sih pake plastik wrap tapi karena nggak ada, aku coba seadanya yaitu kantong kresek. Malah tambah licin jadi nggak bisa kebuka juga. Terus coba pakai sendok. Awalnya pake bagian yang digunakan untuk makan. Tapi nggak bisa. Terus coba pake ujungnya, ternyata setelah beberapa kali nyoba akhirnya bisa! Terus jadi inget dulu kan kalo buka kaleng susu bubuk juga pakai sendok ya. Naruhodo. Selain cara-cara di atas, dari video youtube tadi ada cara lainnya, yang aku ingat adalah dipukul-pukul dengan sutil kayu, buka pakai sarung tangan karet, atau dialirkan air hangat di tutupnya. Jadi kalau bingung, jangan langsung nyerah tapi coba dulu cari di youtube mungkin ada tips yang bisa dipraktekkan wkwkwk.
Per akhir Minggu ke-63 (14 Juni 2020), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -2,874,047 (-1.53% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 184,548,122. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,822,300)
ASII turun Rp -1,050,000
BBCA turun Rp -165,000
BBRI turun Rp -536,000
ICBP turun Rp -90,000
PWON turun Rp -360,800
UNVR naik Rp +390,000
WIKA turun Rp -787,500
WSKT turun Rp -223,000
Pinjaman P2P (turun Rp -43,932)
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +36,550
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -5,482
Biaya asuransi pinjaman P2P ke Bu Rosniati sebesar Rp -75,000
Lainnya (Turun Rp -7,814)
Biaya transaksi pembelian saham ICBP & WSKT sebesar Rp -7,814
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 14 Juni 2020
Bursa saham secara keseluruhan juga melemah, dengan IHSG turun ke angka 4,880.36 (-1.36% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -18.35%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -24.55% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 14 Juni 2020
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 14 Juni 2020Catatan Transaksi sampai tanggal 14 Juni 2020
Pagi-pagi ngecek kulkas, masih ada wortel, jagung, terong, tahu, daging wagyu saikoro, telur. Di deket kompor ada kentang. Aku sengaja naruh kentang deket kompor karena minggu lalu kulkasnya penuh dan kentangnya juga kuat aja kan ditaruh di suhu ruang. Selain itu masih ada tuna flakes kalengan Ayam Brand juga.
Dari kemarin malam Ardhi udah minta dibikinin nasi goreng. Aku bingung mau masak daging dulu atau tuna dulu ya. Akhirnya pagi-pagi masak daging, malemnya nasi goreng tuna. Tadinya aku berencana siang masak bakwan sama sambal goreng kentang. Terus baru inget masih ada hakaw di freezer, jadi sekalian masukin itu ke kukusan di ricecooker di atas nasi pas masak nasi.
Aku bikin bakwan jagung karena Ardhi suka gorengan dan bakwan jagung ini adalah gorengan yang paling gampang dibuat kalau menurutku. Sedangkan sambal goreng kentang karena masih ada kentang aja sih. Dan kemudian sok ngide masukin tahu sama terongnya ke sambel goreng kentang wwkkwk. Karena kan sering ya ada sambel goreng kentang dan tahu. Ada juga terong balado yang sepertinya bumbunya mirip-mirip, jadi kenapa nggak kita jadikan satu aja? Tadinya mau masak semur daging juga tapi males sih kalau kebanyakan bikin menu wkwk. Jadinya masukin daging juga ke sambel goreng. Tapi akhirnya sambel gorengnya gagal, warnanya nggak merah dan nggak nempel sambelnya. Kalau warna mungkin karena kurang banyak ya cabenya. Kalau nggak nempel aku juga nggak tau kenapa? Tapi aku catet di sini juga resepnya walaupun gagal, biar nanti bisa coba cara lain pas masak lagi.
Jadinya dengan masak itu semua, sayur di kulkas bisa habis. Akhirnya! Aku terakhir belanja sayur 31 Mei, berarti 2 minggu yang lalu. Alhamdulillah bisa habis semua tanpa ada yang busuk. Besok belanja sayur lagi di bapak tukang sayur yang selalu lewat jam 10:20.
Pas udah jadi nasi gorengnya aku bilang kalo rasanya nggak kayak nasi goreng. Maksudku nggak kayak nasi goreng abang-abang gitu loh. Tapi kata Ardhi, “Kalau nasi digoreng ya namanya nasi goreng. Enak kok ini.” Seneng banget rasanya kalau dibilang enak wkwkwk. Terus seperti biasa, aku tanya yang paling enak nomer satu sampai terakhirnya apa aja, diurutin. Katanya: nasi goreng, bakwan, sambel goreng, hakau.
Bakwan jagung
Bahan:
1 buah jagung
1 buah wortel kecil
1 butir telur
Ebi
Tepung terigu
Bawang merah
Bawang putih
Lada
Garam
Cara membuat:
Serut jagung, potong wortel menjadi bentuk korek, iris tipis bawang merah dan bawang putih. Masukkan semuanya ke wadah, tambahkan ebi, lada, garam. Aduk hingga rata, masukkan air sedikit demi sedikit. Goreng.
Sambel goreng
Bahan:
1 buah kentang
1/4 buah terong
200 g daging wagyu saikoro
3 buah cabe rawit
5 buah cabe merah
1 buah serai
1 lembar daun salam
Lengkuas
Cara membuat:
Potong tipis dan kecil kentang, masukkan ke air untuk mencegah kentang berwarna hitam. Potong kecil tahu dan terong. Goreng kentang, tahu, terong. Haluskan bumbu selain serai, daun salam, lengkuas. Tumis hingga harum. Masukkan serai, daun salam, lengkuas hingga layu. Masukkan daging hingga setengah matang. Masukkan kentang, tahu, terong.
Nasi goreng tuna
Bahan:
1 kaleng tuna flakes
2 piring nasi
Tempe
Bawang merah
Bawang putih
5 buah cabe rawit
Lada
Garam
Minyak wijen
Kecap manis Bango
Saos tiram Lee Kum Ke Cap Panda
Saos tiram Saori
Cara membuat:
Haluskan bumbu. Panaskan minyak dari tuna. Tumis bumbu halus. Masukkan minyak wijen lalu tempe. Masak hingga agak matang. Masukkan tuna flakes. Tumis hingga cairan tuna menyusut. Masukkan nasi, kecap, saos tiram. Aduk hingga rata.
Malam ini baru saja beli alamat blog ini. Ceritanya tadi diskusi dulu, mau pilih nama blognya, akhirannya pakai .blog atau .life? Ardhi pengen pakai .life karena katanya itu keren tapi harganya lebih mahal, kalau aku yang mana aja sih wkwk. Terus pilih yang personal atau premium, setelah ditimbang-timbang pilih yang personal aja karena Ardhi juga pengennya tema yang simpel hehe, jadi beli yang premium juga percuma pilihan temanya yang banyak itu nggak akan dipakai juga hehe. Begitulah kira-kira perjalanan pembelian blog ini.
Per akhir Minggu ke-62 (7 Juni 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +16,871,438 (+10.51% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 177,422,169. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +16,847,000)
ASII naik Rp +1,150,000
BBCA naik Rp +1,605,000
BBRI naik Rp +1,072,000
ICBP naik Rp +855,000
PWON naik Rp +4,510,000
UNVR naik Rp +780,000
WIKA naik Rp +3,850,000
WSKT naik Rp +3,025,000
Pinjaman P2P (naik Rp +24,438)
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +28,750
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -4,312
Kami berniat melunasi utang pajak atas pinjaman P2P bulan Mei sebesar Rp 12,674, namun karena sepertinya sedang dilakukan pemeliharaan pada sistem, kami belum bisa menyelesaikan pembayaran. Kami akan coba lagi minggu depan.
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 7 Juni 2020
Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 4,947.78 (+4.08% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -17.08%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -23.51% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 7 Juni 2020
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 7 Juni 2020Catatan Transaksi sampai tanggal 7 Juni 2020
Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban, kami bisa mengalokasikan dana tabungan kami sebesar Rp 10,000,000 untuk disuntikkan ke #ProyekDIRA. Rencananya, kami akan bagi 50:50 untuk membeli saham dan pinjaman P2P.
Per akhir Minggu ke-61 (31 Mei 2020), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +8,939,700 (+5.90% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 160,550,731. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan (naik Rp +8,939,700)
ASII naik Rp +4,000,000
BBCA naik Rp +1,275,000
BBRI naik Rp +3,149,000
ICBP turun Rp -2,610,000
PWON naik Rp +992,200
UNVR turun Rp -780,000
WIKA naik Rp +2,187,500
WSKT naik Rp +726,000
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 31 Mei 2020
Bursa saham secara keseluruhan juga menguat, dengan IHSG naik ke angka 4,753.61 (+4.57% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -24.96%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -26.51% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 31 Mei 2020
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 31 Mei 2020Catatan Transaksi sampai tanggal 31 Mei 2020