Per akhir Minggu ke-30 (27 Oktober 2019), nilai total portofolio kami naik cukup signifikan sebesar Rp +1,281,100 (+1.07% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 120,626,863. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
ASII naik Rp +280,000
BBCA naik Rp +120,000
BBRI naik Rp +282,000
ICBP naik Rp +210,000
UNVR naik Rp +10,000
WSKT naik Rp +357,000
Pinjaman P2P
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +26,000
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,900
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 27 Oktober 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga naik, dengan IHSG yang menguat ke angka 6,252.35 (naik +0.98% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami sedikit naik menjadi +1.57%, masih unggul sementara atas IHSG yang turun -3.35% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 27 Oktober 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 27 Oktober 2019
Per akhir Minggu ke-29 (20 Oktober 2019), nilai total portofolio kami naik cukup signifikan sebesar Rp +2,152,600 (+1.84% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 119,345,763. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
ICBP turun Rp -490,000
UNVR turun Rp -420,000
BBCA naik Rp +105,000
ASII naik Rp +630,000
WSKT naik Rp +1,130,500
BBRI naik Rp +1,175,000
Pinjaman P2P
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +26,000
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -3,900
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 20 Oktober 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga naik, dengan IHSG yang menguat ke angka 6,191.95 (naik +1.41% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami sedikit naik menjadi +0.49%, namun masih unggul sementara atas IHSG yang turun -4.28% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 20 Oktober 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 20 Oktober 2019
Hari senin tanggal 7 Oktober kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 15,000,000. Kami alokasikan 10 Juta Rupiah untuk membeli saham, sementara 5 Juta Rupiah sisanya ke Amartha.
Pembelian Saham
300 lembar saham ASII pada harga Rp 6,400 (total Rp 1,920,000)
1,200 lembar saham BBRI pada harga Rp 3,990 (total Rp 4,788,000)
2,100 lembar saham WSKT pada harga Rp 1,545 (total Rp 3,244,500)
Dengan total pembelian sebesar Rp 9,952,500 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,929
Penyaluran Pinjaman P2P
Melalui Amartha, kami salurkan pinjaman P2P sebesar Rp 5,000,000 kepada Bu Betty di Subang, Jawa Barat. Status pinjaman saat ini sudah berjalan. Skor kredit Bu Betty adalah A-, sehingga proyeksi imbal hasil yang dapat diperoleh sebesar 13% atau Rp 650,000.
Status pinjaman P2P kepada Bu Betty (Subang, Jawa Barat)
Per akhir Minggu ke-28 (13 Oktober 2019), nilai total portofolio kami turun cukup signifikan sebesar Rp -1,323,879 (-1.12% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 117,193,163. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
ICBP turun Rp -840,000
UNVR turun Rp -500,000
BBRI turun Rp -189,000
WSKT turun Rp -178,500
ASII naik Rp +147,500
BBCA naik Rp +240,000
Pinjaman P2P
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +13,000
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -1,950
Lainnya
Biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp -14,929
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 13 Oktober 2019
Bursa saham secara keseluruhan justru naik, dengan IHSG yang menguat ke angka 6,105.80 (naik +0.73% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -1.32%, namun masih unggul sementara atas IHSG yang turun -5.61% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 13 Oktober 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 13 Oktober 2019
Hari senin tanggal 7 Oktober kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 15,000,000. Kami alokasikan 10 Juta Rupiah untuk membeli saham dan 5 Juta Rupiah sisanya ke Amartha.
Pembelian Saham
300 lembar saham ASII pada harga Rp 6,400 (total Rp 1,920,000)
1,200 lembar saham BBRI pada harga Rp 3,990 (total Rp 4,788,000)
2,100 lembar saham WSKT pada harga Rp 1,545 (total Rp 3,244,500)
Dengan total pembelian sebesar Rp 9,952,500 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,929
Penyaluran Pinjaman P2P
Melalui Amartha, kami salurkan pinjaman P2P sebesar Rp 5,000,000 kepada Bu Betty di Subang, Jawa Barat. Status pinjaman saat ini masih menunggu pencairan. Skor kredit Bu Betty adalah A-, sehingga proyeksi imbal hasil yang dapat diperoleh sebesar 13% atau Rp 650,000.
Status pinjaman P2P kepada Bu Betty (Subang, Jawa Barat)
Berikut Catatan Transaksi yang sudah diperbaharui dengan transaksi di atas.
Catatan Transaksi hingga 7 Oktober 2019
Abis dibeli langsung anjlok sahamnya hwhwhw. Alhamdulillah doanya (beneran) terkabul ya.
Per akhir Minggu ke-27 (6 Oktober 2019), nilai total portofolio kami turun cukup signifikan sebesar Rp -2,851,516 (-2.68% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 103,517,042. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
WSKT turun Rp -1,176,000
BBRI turun Rp -805,000
UNVR turun Rp -630,000
ASII turun Rp -562,500
BBCA turun Rp -75,000
ICBP naik Rp +385,000
Pinjaman P2P
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +13,000
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -1,950
Lainnya
Bunga atas kas mengendap sebesar Rp +1,167
Pajak bunga atas kas mengendap sebesar Rp -233
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 6 Oktober 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga turun cukup signifikan, namun tidak seburuk portofolio kami, dengan IHSG yang melemah ke angka 6,061.25 (turun -2.19% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -0.21%, namun masih unggul sementara atas IHSG yang turun -6.30% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 6 Oktober 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 6 Oktober 2019
Catatan Transaksi sampai tanggal 6 Oktober 2019
Alhamdulillah udah gajian nih, jadi bisa mulai “belanja” lagi hehehe. Kami alokasikan dana dari sisa gaji kami sebesar Rp 15,000,000 jadi kami memulai Minggu ke-28 nanti dengan nilai aset sebesar Rp 118,517,042.
5 Juta Rupiah akan dialokasikan ke pinjaman P2P (masih melalui Amartha), sementara 10 Juta Rupiah akan diinvestasikan di saham. Semoga pasar saham di minggu depan masih terus turun ya, biar bisa beli saham-saham dengan harga yang lebih murah. :D
Per akhir Minggu ke-26 (29 September 2019), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +995,550 (+0.94% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 106,368,558. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan
UNVR naik Rp +340,000
BBCA naik Rp +240,000
ASII naik Rp +187,500
WSKT naik Rp +147,000
BBRI naik Rp +70,000
Pinjaman P2P
Imbal hasil pinjaman P2P sebesar +13,000
Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -1,950
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P, akan kami bayarkan nanti di akhir tahun sebelum melaporkan SPT, jadi saat ini kami bukukan terlebih dahulu sebagai Kewajiban (Utang).
Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 29 September 2019
Bursa saham secara keseluruhan turun, dengan IHSG yang melemah ke angka 6,196.89 (turun -0.55% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami masih positif (+2.54%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -4.20% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 29 September 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 29 September 2019
Catatan Transaksi sampai tanggal 29 September 2019
Sedikit update mengenai pinjaman P2P kepada Bu Eras melalui Amartha. Berikut kutipan email dari CS Amartha :
Penundaan pencairan terjadi karena Amartha ingin memastikan keamanan pendanaan Anda dengan menekankan soliditas kelompok Mitra Usaha. Jika yang bersangkutan tidak hadir atau salah satu anggota kelompok Mitra Usaha tidak hadir saat pertemuan mingguan, semua bersepakat untuk menunda pencairan.
Untuk itu kami menawarkan kepada Anda, dua opsi yang bisa Anda pilih:
1. Menunggu pencairan di minggu depan untuk mitra usaha yang sama.
2. Mendapatkan pengembalian dana ke saldo agar dapat melakukan pendanaan ulang.
Mohon konfirmasi dengan membalas email ini maksimal 3 x 24 jam. Jika dalam kurun waktu tersebut Anda tidak melakukan konfirmasi, kami menganggap Anda setuju untuk menunggu pencairan di minggu depan.
Saya pilih opsi nomor 2, sehingga dananya dikembalikan, kemudian saya alokasikan ke Bu Eli (juga dari Subang, Jawa Barat). Skor kredit Bu Eli adalah A-, sehingga marjin yang bisa didapat sebesar 13%. Status pinjaman saat ini sudah dicairkan & sedang berjalan.
Status Pinjaman Kepada Bu Eli (Subang)
Per akhir Minggu ke-25 (22 September 2019), nilai total portofolio kami turun cukup signifikan sebesar Rp -1.948,500 (-1.82% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 105,373,008. Berikut detailnya :
Laba Rugi yang Belum Direalisasikan
WSKT turun Rp -1,176,000
BBRI turun Rp -525,000
ASII turun Rp -437,500
UNVR turun Rp -180,000
BBCA turun Rp -120,000
ICBP naik Rp +490,000
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 22 September 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga turun, namun tidak setajam portofolio kami, dengan IHSG turun ke angka 6,231.47 (turun -1.63% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami masih positif (+1.58%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -3.67% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 22 September 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 22 September 2019Catatan Transaksi sampai tanggal 22 September 2019
Hari Senin tanggal 9 September 2019 kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 5,000,000 untuk diinvestasikan pada platform pinjaman P2P Amartha. Kami sudah pilih untuk menyalurkan dana tersebut kepada Bu Eras binti Udin di Subang, Jawa Barat. Hingga hari ini, status pinjaman tersebut masih menunggu pencairan.
Pinjaman P2P yang sedang menunggu pencairan
Dengan tambahan modal ini, kami memulai Minggu Ke-24 dengan nilai portofolio sebesar Rp 107,178,508.
Per akhir Minggu ke-24 (15 September 2019), nilai total portofolio kami hanya sedikit naik sebesar Rp +143,000 (+0.13% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 107,321,508. Berikut detailnya :
ICBP turun Rp -420,000
UNVR turun Rp -180,000
BBCA naik Rp +15,000
BBRI naik Rp +140,000
WSKT naik Rp +588,000
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 15 September 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga meningkat lebih tinggi dari portofolio kami, dengan IHSG naik ke angka 6,334.84 (naik +0.41% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa _overall_ portofolio kami masih positif (+3.46%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -2.07% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 15 September 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 15 September 2019
Catatan Transaksi sampai tanggal 15 September 2019
Hari senin tanggal 9 September kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 5,000,000. Niat kami menambahkan modal ini karena kami ingin mencoba investasi lewat Pinjaman P2P (Peer-to-Peer Lending) dan mendokumentasikan hasilnya lewat blog #ProyekDIRA ini. Karena niatnya baru sebatas coba-coba, kami pun belum berani mengalokasikan dana terlalu besar. Mungkin dalam beberapa bulan lagi, setelah kami sudah cukup terbiasa dengan cara kerja & resiko pinjaman P2P, kami akan alokasikan modal tambahan lagi.
Kami menggunakan Amartha, sebuah platform pinjaman P2P yang fokus pada pendanaan UMKM. Jadi melalui Amartha, kita bisa bantu mendanai usaha-usaha kecil & menengah seperti warung/kios, industri rumah tangga, modal bertani, modal ternak dsb. Karena itu juga, besaran pendanaan pun terbatas, antara 3–5 juta.
Marketplace Amartha
Selain itu, Amartha juga membantu melakukan penilaian resiko kredit. Sesuai resiko gagal bayarnya, penerima pinjaman akan diberikan skor A (paling aman) sampai E (paling beresiko). Namun sejauh yang saya lihat di marketplace Amartha, sebagian besar penerima pinjaman mendapat skor A dan A-. Marjin/imbal hasil yang ditawarkan oleh penerima pinjaman dengan skor A sebesar 12.5%, sementara penerima pinjaman dengan skor B sebesar 13%. Perlu diingat bahwa marjin/imbal hasil tersebut belum dipotong pajak, yang tarifnya sebesar 15% dari bunga yang diterima (terkait tarif ini saya perlu periksa lagi regulasinya seperti apa). Sehingga setelah dipotong pajak, proyeksi imbal hasil bersih/neto yang bisa kami peroleh kira-kira 10.6% sampai 11%.
Dana Rp 5,000,000 tadi kami salurkan ke Bu Eras Binti Udin (skor A) di Subang, Jawa Barat. Statusnya saat ini sedang menunggu pencairan.
Pinjaman pertama kami di Amartha
Pinjaman & marjin sebesar Rp 625,000 akan diangsur selama 50 minggu, jadi hampir 1 tahun periode angsurannya. Detail angsuran tiap minggunya adalah sebagai berikut :
Hari Kamis tanggal 5 September 2019 kemarin, kami menyuntikkan modal tambahan sebesar Rp 10,000,000 dari gaji bulanan kami, sehingga kami memulai Minggu ke-23 ini dengan nilai portofolio sebesar Rp 103,474,067. Dana segar tersebut kemudian kami gunakan untuk membeli saham ASII, BBRI, dan WSKT.
Kamis, 5 September 2019
Beli WSKT 1,700 lembar pada harga Rp 1,715 (total Rp 2,915,00)
Jumat, 6 September 2019
Beli ASII 500 lembar pada harga Rp 6,725 (total Rp 3,362,500)
Beli BBRI 800 lembar pada harga Rp 4,270 (total Rp 3,416,000)
Beli WSKT lagi 200 lembar pada harga Rp 1,725 (total Rp 345,000)
Nilai total pembelian saham bulan ini adalah Rp 10,039,000. Atas pembelian tersebut, dikenakan biaya 0.15% atau sebesar Rp 15,059.
Per akhir Minggu ke-23 (8 September 2019), nilai total portofolio kami turun Rp -1,295,559 (-1.25% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 102,178,508. Berikut detailnya :
Laba Rugi yang Belum Direalisasikan
UNVR turun Rp -720,000
WSKT turun Rp -288,000
BBCA turun Rp -225,000
ICBP turun Rp -210,000
ASII naik Rp +162,500
Biaya Lainnya
Biaya transaksi pembelian saham sebesar Rp -15,059
Daftar Aset & Laba/Rugi yang Belum Direalisasikan per tanggal 8 September 2019
Bursa saham secara keseluruhan juga melemah namun tidak sedalam portofolio kami, dengan IHSG turun ke angka 6,308.95 (melemah -0.31% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa _overall_ portofolio kami masih positif (+3.32%), unggul sementara atas IHSG yang masih turun -2.47% pada periode yang sama.
Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 8 September 2019
Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Lapora tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.
Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 8 September 2019