Sebelum melaporkan posisi portofolio per akhir pekan ini, berikut laporan transaksi penyaluran pinjaman P2P via Amartha kepada Ibu Muli di Kolaka, Sulawesi Tenggara pada tanggal 4 April. Status pinjaman saat ini masih menunggu pencairan.

Per akhir Minggu ke-105 (4 April 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -10,146,001 (-2.78% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 355,063,287. Berikut detailnya :
Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -10,245,628)
- ADMF turun Rp -560,000
- ASII turun Rp -1,250,000
- BBCA turun Rp -760,000
- BBRI turun Rp -2,881,000
- BJBR turun Rp -192,000
- ICBP turun Rp -465,000
- PTRO naik Rp +574,000
- PWON turun Rp -1,307,500
- SRIL turun Rp -991,000
- UNVR naik Rp +80,000
- WEGE turun Rp -1,124,000
- WIKA turun Rp -1,400,000
- ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +30,872
Pinjaman P2P (naik Rp +99,628)
- Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +70,150
- Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -10,522
- Asuransi pinjaman P2P sebesar Rp -60,000
- Voucher promosi dari Amartha sebesar Rp +100,000
Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

Bursa saham secara keseluruhan melemah, dengan IHSG turun ke angka 6,011.46 (-2.97% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -1.38%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -7.07% pada periode yang sama.

Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.


Rizka & Ardhi