Tag: Investasi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-109


    Per akhir Minggu ke-109 (2 Mei 2021), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +1,717,985 (+0.48% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 357,659,559. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (naik Rp +484,521)

    • ADMF turun Rp -80,000
    • ASII turun Rp -625,000
    • BBCA naik Rp +60,000
    • BBRI turun Rp -1,340,000
    • BJBR turun Rp -1,536,000
    • ICBP turun Rp -542,500
    • PTRO naik Rp +3,120,000
    • PWON naik Rp +784,500
    • SRIL turun Rp -99,100
    • UNVR turun Rp -240,000
    • WEGE naik Rp +449,600
    • WIKA naik Rp +525,000
    • ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +8,021

    Dividen Saham (naik Rp +1,008,268)

    • Dividen BBCA 800 lembar x Rp 432 = Rp +345,600
    • Dividen BBRI 6,700 x Rp 98.906 = Rp +662,668

    Pinjaman P2P (naik Rp +223,185)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +262,571
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -39,386

    Lainnya (naik Rp +2,010)

    • Bunga dari kas mengendap Rp +2,513
    • Pajak atas bunga dari kas mengendap Rp -503

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 2 Mei 2021

    Bursa saham secara keseluruhan melemah, dengan IHSG turun ke angka 5,995.62 (-0.35% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -3.38%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -7.31% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 2 Mei 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 2 Mei 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 2 Mei 2021

    Minggu ini adalah minggu terakhir kami memberikan update #ProyekDIRA secara publik. Ke depannya, kami akan kelola portofolio kami secara privat.

    Mohon maaf karena banyak sekali kekurangan pada pengelolaan portofolio ini. Terima kasih banyak kepada teman-teman yang sudah berkenan membaca update dari kami setiap minggunya.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-108

    Per akhir Minggu ke-108 (25 April 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -979,307 (-0.27% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 355,941,574. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -1,062,735)

    • ADMF turun Rp -320,000
    • ASII naik Rp +1,875,000
    • BBCA naik Rp +460,000
    • BBRI turun Rp -603,000
    • BJBR turun Rp -384,000
    • ICBP turun Rp -232,500
    • PTRO naik Rp +260,000
    • PWON naik Rp +523,000
    • SRIL turun Rp -2,081,100
    • UNVR turun Rp -800,000
    • WEGE turun Rp -224,800
    • WIKA naik Rp +350,000
    • ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +114,665

    Pinjaman P2P (naik Rp +83,427)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +98,150
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -14,723

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 25 April 2021

    Bursa saham secara keseluruhan melemah, dengan IHSG turun ke angka 6,016.86 (-1.14% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -3.84%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -6.99% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 25 April 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 25 April 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 25 April 2021

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-107


    Sebelum melaporkan posisi portofolio per akhir pekan ini, berikut laporan transaksi yang kami lakukan setelah memasukkan modal tambahan di awal pekan lalu.

    • Beli reksa dana ABF Indonesia Bond Fund Index Fund sebesar Rp 5,000,000
    • Beli 4,800 lembar saham PTRO pada harga Rp 2,040 dengan total Rp 9,792,000

    Atas pembelian saham PTRO tersebut dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 14,688.

    Pembelian Reksa Dana ABF Indonesia Bond Index Fund
    Pembelian Saham PTRO

    Per akhir Minggu ke-107 (18 April 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -8,463,122 (-2.32% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 356,920,882. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -8,535,931)

    • ADMF turun Rp -480,000
    • ASII turun Rp -125,000
    • BBCA naik Rp +300,000
    • BBRI turun Rp -67,000
    • BJBR turun Rp -2,112,000
    • ICBP naik Rp +232,500
    • PTRO turun Rp -636,000
    • PWON turun Rp -1,569,000
    • SRIL turun Rp -1,486,500
    • UNVR turun Rp -480,000
    • WEGE turun Rp -674,400
    • WIKA turun Rp -1,400,000
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -38,531

    Pinjaman P2P (naik Rp +87,496)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +102,937
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -15,441

    Lainnya (turun Rp -14,688)

    • Biaya transaksi pembelian saham PTRO sebesar Rp -14,688

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 18 April 2021

    Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,086.26 (+0.26% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -3.58%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -5.91% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 18 April 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 18 April 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 18 April 2021

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-106


    Per akhir Minggu ke-106 (11 April 2021), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +320,717 (+0.09% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 355,384,004. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (naik Rp +223,945)

    • ADMF naik Rp +240,000
    • ASII turun Rp -375,000
    • BBCA turun Rp -100,000
    • BBRI naik Rp +402,000
    • BJBR naik Rp +1,344,000
    • ICBP turun Rp -232,500
    • PTRO naik Rp +1,148,000
    • PWON turun Rp -261,500
    • SRIL turun Rp -792,800
    • UNVR turun Rp -480,000
    • WEGE naik Rp +224,800
    • WIKA turun Rp -1,137,500
    • ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +244,445

    Pinjaman P2P (naik Rp +99,628)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +113,850
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -17,078

    Utang pajak atas imbal hasil dari pinjaman P2P di bulan Maret sebesar Rp 94,099 juga telah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 11 April 2021

    Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,070.21 (+0.98% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -1.29%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -6.16% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 11 April 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 11 April 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 11 April 2021

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat menyisihkan dana tambahan sebesar 10 juta Rupiah untuk diinvestasikan. Rencananya seluruh dana tersebut akan kami alokasikan untuk membeli saham.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-105


    Sebelum melaporkan posisi portofolio per akhir pekan ini, berikut laporan transaksi penyaluran pinjaman P2P via Amartha kepada Ibu Muli di Kolaka, Sulawesi Tenggara pada tanggal 4 April. Status pinjaman saat ini masih menunggu pencairan.

    Status pinjaman via Amartha

    Per akhir Minggu ke-105 (4 April 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -10,146,001 (-2.78% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 355,063,287. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -10,245,628)

    • ADMF turun Rp -560,000
    • ASII turun Rp -1,250,000
    • BBCA turun Rp -760,000
    • BBRI turun Rp -2,881,000
    • BJBR turun Rp -192,000
    • ICBP turun Rp -465,000
    • PTRO naik Rp +574,000
    • PWON turun Rp -1,307,500
    • SRIL turun Rp -991,000
    • UNVR naik Rp +80,000
    • WEGE turun Rp -1,124,000
    • WIKA turun Rp -1,400,000
    • ABF Indonesia Bond Index Fund naik Rp +30,872

    Pinjaman P2P (naik Rp +99,628)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +70,150
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -10,522
    • Asuransi pinjaman P2P sebesar Rp -60,000
    • Voucher promosi dari Amartha sebesar Rp +100,000

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 4 April 2021

    Bursa saham secara keseluruhan melemah, dengan IHSG turun ke angka 6,011.46 (-2.97% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami turun -1.38%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -7.07% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 4 April 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 4 April 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 4 April 2021

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Laporan Akhir Tahun Ke-2 (Minggu Ke-104)


    Melihat Setahun ke Belakang

    Sudah 2 tahun sejak kami memulai #ProyekDIRA 104 minggu yang lalu. Setelah pasar saham anjlok cukup dalam di bulan Februari hingga Maret tahun lalu, kami memasuki tahun ke-2 dengan sedikit cemas, karena di tengah pandemi seperti ini, kami tidak hanya khawatir soal kerugian portofolio investasi kami, tapi juga adanya kemungkinan kehilangan pekerjaan dan penghasilan, mengingat cukup banyak perusahaan skala kecil sampai besar yang harus gulung tikar dan melepaskan semua karyawannya.

    Kami bersyukur karena di tengah situasi seperti ini, perusahaan tempat kami bekerja tidak sampai tutup, sehingga kami pun tidak sampai kehilangan pekerjaan. Kegiatan produksi di perusahaan tempat kami bekerja pun berangsur-angsur meningkat, meskipun belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi. Sempat ada kekhawatiran karena beberapa rekan kerja kami yang terinfeksi Covid-19. Namun kami beruntung memiliki rekan kerja yang peduli, yang selalu berupaya menjalankan protokol kesehatan (pakai masker, cuci tangan, jaga jarak) sehingga kami tidak sampai tertular dan masih sehat sampai sekarang.

    Tahun lalu kami memangkas cukup banyak pengeluaran (kami bahkan tidak mudik, dan membatalkan semua rencana wisata). Selama tahun fiskal 2020 kemarin, kami dapat menyisihkan dana sebesar160 juta Rupiah dari penghasilan bulanan kami untuk dimasukkan ke dalam portofolio #ProyekDIRA. Dengan ini, kami sudah memasukkan dana total sebesar 330 juta Rupiah selama 2 tahun. Sejauh ini belum ada keperluan mendesak yang memerlukan dana besar, sehingga kami pun belum menarik dana sepeserpun dari portofolio #ProyekDIRA.

    Dari 7 saham yang kami miliki per akhir tahun ke-1, kami sudah menjual saham WSKT. Tahun ini kami cukup aktif membeli saham baru, yakni ADMF, BJBR, PTRO, SRIL, WEGE, dan WIKA. Kami juga mulai investasi di obligasi melalui reksa dana ABF Indonesia Bond Index Fund (yang kami beli via IndoPremier) dan kami juga mulai menggunakan KoinWorks sebagai platform alternatif untuk pendanaan pinjaman P2P selain Amartha.

    Performa Investasi

    Mari kita mulai dari saham terlebih dahulu. Tahun ini adalah tahun yang cukup baik bagi pasar saham, karena sebagian besar harga saham sudah kembali naik, bahkan beberapa saham sudah pulih dan naik lebih tinggi dari level sebelum pandemi kemarin. Selama tahun fiskal 2020 kemarin, kami mencatatkan kenaikan laba/rugi yang belum direalisasikan (unrealized gain/loss) sebesar Rp +67,176,259. Berikut rincian laba/rugi yang belum direalisasikan dari tiap emiten saham, termasuk reksadana ABF Indonesia Bond Index Fund (dibanding posisi per akhir tahun ke-1).

    • ADMF naik Rp +2,515,000
    • ASII naik Rp +7,840,000
    • BBCA naik Rp +2,335,000
    • BBRI naik Rp +10,593,000
    • BJBR naik Rp +9,672,000
    • ICBP turun Rp -1,832,500
    • PTRO naik Rp +398,000
    • PWON naik Rp +11,591,700
    • SRIL naik Rp +1,383,000
    • UNVR turun Rp -1,075,000
    • WEGE turun Rp -5,615,200
    • WIKA naik Rp +10,689,000
    • WSKT* naik Rp +19,061,500
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -379,241

    * Catatan terkait penjualan saham WSKT :

    Pada tahun fiskal 2020 kemarin, kami melakukan 2x pembelian saham WSKT untuk averaging down hingga terkumpul 27,600 lembar saham dengan nilai total pembelian Rp 34,777,500. Pada tanggal 18 Desember 2020, kami jual semua saham WSKT pada harga Rp 1,485, sehingga kami dapat memulihkan unrealized loss WSKT yang kami catatkan pada akhir tahun ke-1 (Rp +19,061,500) dan merealisasikan keuntungan (realized gain) sebesar Rp +6,208,500.

    Sepanjang tahun fiskal 2020 kemarin, kami menerima dividen sebesar Rp +3,248,589. Atas dividen tersebut, dikenakan pajak 10% atau sebesar Rp -324,859. Berikut rinciannya.

    • Dari saham ASII sebesar Rp +920,000
    • Dari saham BBCA sebesar Rp +331,800
    • Dari saham ICBP sebesar Rp +451,500
    • Dari saham SRIL sebesar Rp +53,800
    • Dari saham UNVR sebesar Rp +504,400
    • Dari saham WIKA sebesar Rp +891,712
    • Dari saham WSKT sebesar Rp +95,377

    Kegiatan ekonomi yang mulai berangsur pulih juga nampak dari performa penerima pinjaman P2P. Setelah beberapa kali tersendat di pertengahan tahun 2020 kemarin, beberapa penerima pinjaman sudah kembali lancar membayarkan pokok & bunga pinjaman. Total selama tahun fiskal 2020 kemarin, kami menerima imbal hasil dari pinjaman P2P (via Amartha & KoinWorks) sebesar Rp +4,922,838. Atas imbal hasil tersebut dikenakan pajak 15% atau sebesar Rp -738,426.

    Pendapatan dan biaya lainnya yang kami terima dan bayarkan selama tahun fiskal 2020 kemarin antara lain :

    • Biaya transaksi beli/jual saham sebesar Rp -353,249
    • Pendapatan lainnya berupa voucher promo dari Amartha sebesar Rp +300,000
    • Biaya asuransi pinjaman P2P via Amartha sebesar Rp -450,000
    • Pendapatan bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +8,887
    • Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp -1,724

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan sampai tanggal 28 Maret 2021. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 28 Maret 2021
    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 28 Maret 2021

    Kami menggunakan IHSG sebagai acuan, semata-mata karena sebagian besar modal kami diinvestasikan pada instrumen saham. Dengan mengacu pada IHSG, kami bisa melihat bagaimana tren pasar saham secara umum untuk memahami fluktuasi pada nilai portofolio kami sendiri.

    Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April-2019), performa overall portofolio kami naik +1.44%, sedikit unggul di atas IHSG yang turun -4.22% pada periode yang sama. Namun perlu dicatat bahwa performa IHSG tersebut belum termasuk dividen.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 21 Maret 2021

    Melihat Ke Depan

    Salah satu mental model yang sering saya ingat adalah Mean reversion. Apapun itu yang terlalu ekstrem, akan kembali ke kondisi rerata normalnya. Seperti halnya saham, yang jatuh anjlok akan naik kembali, dan yang melambung tinggi pun akan turun kembali. Seperti disampaikan oleh Abraham Lincoln :

    It is said an Eastern monarch once charged his wise men to invent him a sentence to be ever in view, and which should be true and appropriate in all times and situations. They presented him the words, “And this, too, shall pass away.” How much it expresses! How chastening in the hour of pride! How consoling in the depths of affliction! “And this, too, shall pass away.” And yet, let us hope, it is not quite true. Let us hope, rather, that by the best cultivation of the physical world beneath and around us, and the intellectual and moral world within us, we shall secure an individual, social, and political prosperity and happiness, whose course shall be onward and upward, and which, while the earth endures, shall not pass away.

    Meskipun belum sepenuhnya pulih, namun kita bisa berharap bahwa kondisi ini akan segera selesai. Jumlah kasus positif baru dan jumlah pasien aktif berangsur turun, dan jumlah peserta vaksinasi harian terlihat sangat menjanjikan. Semoga rekan-rekan yang sempat kehilangan pekerjaan, terpaksa menutup kegiatan usahanya, atau yang tidak bisa pulang bertemu dengan keluarga, dapat kembali bekerja, berusaha, dan bertemu dengan keluarga.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-103


    Sebelum melaporkan posisi portofolio per akhir pekan ini, berikut transaksi penyaluran pinjaman P2P via KoinWorks pada tanggal 17 Maret kemarin. Transaksi ini dilakukan secara otomatis menggunakan fitur Auto-Purchase dari KoinWorks.

    Status pinjaman P2P via KoinWorks

    Per akhir Minggu ke-103 (21 Maret 2021), nilai total portofolio kami naik sebesar Rp +3,539,339 (+0.96% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 370,588,042. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (naik Rp +3,418,947)

    • ADMF naik Rp +640,000
    • ASII naik Rp +1,500,000
    • BBCA turun Rp -20,000
    • BBRI naik Rp +603,000
    • BJBR naik Rp +672,000
    • ICBP naik Rp +1,395,000
    • PTRO naik Rp +328,000
    • PWON turun Rp -1,830,500
    • UNVR naik Rp +160,000
    • WEGE turun Rp -449,600
    • WIKA naik Rp +437,500
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -16,453

    Pinjaman P2P (naik Rp +120,392)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +141,638
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -21,246

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 21 Maret 2021

    Bursa saham secara keseluruhan melemah, dengan IHSG turun ke angka 6,356.16 (-0.03% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +2.93%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -1.74% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 21 Maret 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 21 Maret 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 21 Maret 2021

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-102


    Sebelum melaporkan posisi portofolio minggu ini, berikut laporan transaksi pembelian saham yang kami lakukan hari Senin, 8 Maret 2021 kemarin.

    • Pembelian 5,800 lembar saham PTRO pada harga Rp 1,810
    • Pembelian 2,400 lembar saham PTRO pada harga Rp 1,815

    Atas pembelian saham dengan nilai Rp 14,854,000 tersebut, dikenakan biaya transaksi sebesar Rp 22,281.

    Konfirmasi Pembelian Saham PTRO

    Per akhir Minggu ke-102 (14 Maret 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -2,254,789 (-0.61% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 367,048,702. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,303,865)

    • ADMF turun Rp -320,000
    • ASII turun Rp -125,000
    • BBCA turun Rp -140,000
    • BBRI turun Rp -1,273,000
    • BJBR turun Rp -768,000
    • ICBP turun Rp -387,500
    • PTRO naik Rp +70,000
    • PWON naik Rp +1,830,500
    • SRIL turun Rp -396,400
    • UNVR turun Rp -80,000
    • WEGE naik Rp +899,200
    • WIKA turun Rp -1,487,500
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -126,165

    Pinjaman P2P (naik Rp +71,357)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +83,950
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -12,593

    Lainnya (turun Rp -22,281)

    • Biaya transaksi pembelian saham PTRO sebesar Rp -22,281

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 14 Maret 2021

    Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,358.21 (+1.59% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +1.95%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -1.71% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 14 Maret 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 14 Maret 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 14 Maret 2021

    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-101


    Per akhir Minggu ke-101 (7 Maret 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -2,216,120 (-0.61% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 359,303,491. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -2,310,743)

    • ADMF turun Rp -240,000
    • ASII naik Rp +500,000
    • BBCA naik Rp +360,000
    • BBRI naik Rp +402,000
    • BJBR turun Rp -192,000
    • ICBP turun Rp -232,500
    • PWON naik Rp +784,500
    • SRIL turun Rp -1,189,200
    • UNVR turun Rp -880,000
    • WEGE turun Rp -1,348,800
    • WIKA turun Rp -262,500
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -12,243

    Pinjaman P2P (naik Rp +93,840)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +110,400
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -16,560

    Lainnya (naik Rp +783)

    • Bunga dari kas yang mengendap sebesar Rp +979
    • Pajak atas bunga dari kas yang mengendap sebesar -196

    Utang pajak atas imbal hasil pinjaman P2P di bulan Februari sebesar Rp 85,562 juga telah kami lunasi.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 7 Maret 2021

    Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,258.75 (+0.27% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +2.57%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -3.25% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 7 Maret 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 7 Maret 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 7 Maret 2021

    Setelah menyelesaikan berbagai kewajiban di awal bulan, kami dapat mengalokasikan dana tambahan sebesar 10 Juta Rupiah untuk dimasukkan ke dalam portofolio #ProyekDIRA. Rencananya dana tersebut akan kami gunakan untuk membeli saham.


    Rizka & Ardhi

  • #ProyekDIRA | Minggu Ke-100


    Per akhir Minggu ke-100 (28 Februari 2021), nilai total portofolio kami turun sebesar Rp -3,562,896 (-0.98% dari minggu sebelumnya) menjadi Rp 361,519,611. Berikut detailnya :

    Laba/Rugi Aset yang Belum Direalisasikan (turun Rp -3,669,420)

    • ADMF turun Rp -80,000
    • ASII turun Rp -1,875,000
    • BBCA turun Rp -460,000
    • BBRI turun Rp -536,000
    • BJBR naik Rp +480,000
    • ICBP turun Rp -77,500
    • PWON turun Rp -261,500
    • SRIL naik Rp +198,200
    • UNVR naik Rp +160,000
    • WIKA turun Rp -1,050,000
    • ABF Indonesia Bond Index Fund turun Rp -167,620

    Pinjaman P2P (naik Rp +106,524)

    • Imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp +125,322
    • Pajak atas imbal hasil pinjaman P2P sebesar Rp -18,798

    Terkait pajak atas imbal hasil yang didapat dari pinjaman P2P setiap minggunya, akan kami bukukan terlebih dahulu sebagai utang dan kami lunasi sesuai tenggat waktu di bulan berikutnya.

    Daftar Aset, Kewajiban, & Laba/Rugi Saham yang Belum Direalisasikan per tanggal 28 Februari 2021

    Bursa saham secara keseluruhan menguat, dengan IHSG naik ke angka 6,241.80 (+0.16% dari minggu sebelumnya). Dihitung sejak kami memulai #ProyekDIRA ini (awal April 2019), performa overall portofolio kami naik +3.21%, sedikit lebih baik dari IHSG yang turun -3.51% pada periode yang sama.

    Perbandingan Performa Historis #ProyekDIRA vs IHSG sampai tanggal 28 Februari 2021

    Berikut Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, serta Catatan Transaksi yang telah diperbaharui. Laporan tersebut juga dapat diakses dalam format Google Sheets di sini.

    Laporan Neraca & Laba/Rugi per tanggal 28 Februari 2021
    Catatan Transaksi sampai tanggal 28 Februari 2021

    Rizka & Ardhi